Jembatan Payu Putat Segera Dibangun

Bupati Pali H.Heri Amalindo

Bupati Pali H.Heri Amalindo

PALI | KS-Harapan warga Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),  untuk segera memiliki jembatan penghubung ke Kota Prabumulih bakal segera terwujud. Pasalnya, jembatan tersebut direncanakan akan segera dibangun tahun 2014 ini.

Hal ini diungkapkan penjabat Bupati PALI Ir H Heri Amalindo MM saat bertatap muka dengan warga Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi beberapa waktu lalu.

“Tahun anggaran 2014 ini, jembatan itu akan segera dibangun,” kata Heri yang juga mantan kepala dinas PU Bina Marga Sumsel.

Menurutnya, pembangunan jembatan ini menggunakan APBD Propinsi Sumatera Selatan. Dengan adanya jembatan ini, menurut Heri, akan memudahkan warga yang akan berurusan atau berbelanja kebutuhan pokok ke Prabumulih.

“Peran jembatan ini sangat vital bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sebab warga akan lebih mudah bila hendak ke Prabumulih atau Palembang. Warga yang ingin menjual hasil pertanian akan lebih mudah,” ujarnya.

Heri berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung pemerintah mensukseskan pembangunan jembatan ini.

“Masyarakat hendaknya mendukung. Bentuknya bisa dalam menjaga keamanan pekerja dan alat-alat berat yang turun, memudahkan proses penggunaan lahan dan menjaga dan merawat jembatan itu sendiri. Sebab jembatan ini bukan untuk siapa-siapa, jembatan ini untuk kepentingan seluruh masyarakat,” beber suami Ir Hj Sri Kustina ini.

Ia menambahkan, bagi masyarakat Tanah Abang yang ingin ke prabumulih, selama ini harus memutar melalui Desa Modong. Hal itu tentunya membutuhkan biaya perjalan yang tidak sedikit.

Naik perahu selain harus membayar biaya penyeberangan juga sangat beresiko tenggelam. Apalagi muatan perahu ini terkadang banyak. Padahal jarak Desa Payuputat dengan prabumulih bisa ditempuh hanya dalam waktu 15 menit.

“Payuputat-Prabumulih itu cukup 15 Menit. Sementara Tanah Abang-Talang Ubi, bila jalan mulus juga bisa ditempuh 15 menit. Jadi nantinya Talang Ubi-Payuputat cukup setengah jam saja,” ungkap Heri.

 

Teks/Foto   : Indra Setia Haris

Editorial     : Junaedi Abdillah

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *