Pengusaha Terjerat Razia

Razia Panti Pijat dan Temat Hiburan Malam Oleh Polisi Pamong Praja (Pol PP) | Foto : Bagus Park

Ilustrasi Razia Panti Pijat dan Temat Hiburan Malam Oleh Polisi Pamong Praja (Pol PP) | Foto : Bagus Park

Terkait atas razia Pekat alias penyakit masyarakat yang di lakukan Satuan Reskrim Polres OKU Selatan beserta satuan Pol PP Kabupaten OKU Selatan disinyalir adanya praktik prostitusi terselubung di penginapan dan rumah kos yang berada di Kota Muaradua.

Razia ini terkait adanya laporan masyarakat kepada pihak terkait yang di duga adanya praktik prostitusi terselubung tersebut.  Menanggapi pengaduan masyarakat lewat SMS itu, pihak Polres OKU Selatan menyisir lokasi penginapan yang dituju.

Alhasil, razia Pekat tersebut menyisir lima penginapan dan kos-kosan terutama wilayah Muaradua. Lima penginapan atau tempat kos-san ini yaitu Penginapan Basuma, Bunda Putri, Sumur Putri, Syukur, dan Tanjung Raya.

Nyoman, pemilik Penginapan Basuma kepada Kabar Sumatera menyebutkan, membenarkan bahwa ada razia pekat di penginapannya. Namun begitu, dia membantah jika penginapan Basuma miliknya ini merupakan penginapan yang menyediakan PSK.

“Buktinya pada saat razia tersebut hanya terjaring satu pasangan mesum. Nah, kalau kami penyedia PSK pasti banyak yang tertangkap,” Nyoman coba berkilah.

Nyoman berkisah,  penginapannya ini hanyalah tempat yang fokus untuk sekedar bersantai. Ia pun berpendapat, hendaknya aparat selektif lagi dengan laporan yang di terima apalagi laporan diterima melalui pesan singkat alias SMS.

Kasat Reskrim Polres OKU Selatan, AKP Firniyanto saat dikonfirmasi melalui via handphone berkata, pihaknya hanya mendampingi Sat Pol PP saat razia pekat tersebut.

 

TEKS        : FITRI

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *