Waspadai Gunung Api Dempo Aktif

Gunung Dempo Pagaralam

Gunung Dempo Pagaralam

PAGARALAM KS-Sejak meningkatnya aktivitas sejumlah gunung berapi di Indonesia, seperti Gunung Sinabung di Sumatera Utara dan Gunung Kelud di Jawa Timur hingga membuat beberapa daerah di kawasan yang berada di sekitar gunung berapi termasuk Gunung Dempo di Pagaralam harus waspada.

Sejauh ini status Gunung Dempo masih pada kondisi normal, tapi hal itu butuh kewaspadaan untuk diperhatikan. Hal itu dikemukakan Wakil Wali Kota Pagaralam Novirzah Djazuli, Selasa (4/2).

Menurutnya, Kota Pagaralam merupakan daerah rawan bencana, apalagi berada di kawasan gunung berapi seperti Gunung Dempo. Meski begitu, tingkat kewaspadaan mesti selalu ditingkatkan walaupun saat ini pada status normal. Karena kita tidak tahu persis bila sewaktu-waktu statusnya dapat berubah.

“Melalui tanggap dan siaga bencana, maka korban jiwa dapat diminimalisir hingga tidak perlu terjadi korban,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Drs M Isa Albasarah MSi mengatakan, sudah ada pembagian wilayah bencana bila sewaktu-waktu ada letusan Gunung Dempo.

“Kita punya beberapa ring, mulai dari ring 1 untuk radius setidaknya kurang dari 5 kilometer dari lokasi letusan. Kemudian ring 2, ring 3, dan seterusnya,” kata Albasyarah, kemarin.

Sementara itu, Mulyadi Staf Pos Pemantau Gunung Api Dempo Kota Pagaralam menegaskan,  berdasarkan data terakhir aktivitas kegempaan Gunung Dempo gempa tektonik berkekuatan MMI 1, yang terjadi sekitar pukul 01.45 WIB telah mengguncang Pagaralam pada 20 Januari lalu.

Ia mengatakan,  getaran gempa sangat terasa dan terjadi selama sekitar puluhan menit ini sempat membuat sebagian masyarakat yang tengah melakukan aktivitas di dalam ruangan rumah maupun perkantoran panik. Bahkan sejumlah warga yang tengah disibukkan aktivitas dengan terpaksa berhamburan keluar berusaha untuk menyelamatkan diri setelah mengetahui kondisi sekitar.

“Berdasarkan informasi yang didapat, sumber gempa dipastikan berasal dari daerah Kaur Provinsi Bengkulu,” kata Mulyadi.

Lanjutnya, meskipun getaran gempa sangat dirasakan dan sempat membuat masyarakat terkejut. Namun pasca gempa ini tidak begitu memberikan pengaruh yang signifikan pada aktivita gunung api Dempo.

“Sejauh ini gempa yang ada tidak memicu adanya peningkatan aktivitas kegempaan gunung api Dempo, justru Gunung Api Dempo terpantau adem ayem,” jelasnya seraya berujar pasca terjadinya gempa aktivitas gunug api Dempo sangat normal, di mana berdasarkan hasil rekaman alat seismograf tidak ada kemuculan susulan gempa baik vulkanik maupun tektonik.

Ia menambahkan, dari informasi yang di dapat dari BMKG pusat gempa berada di 4,95 Lintang Selatan dan 102.94 Bujur Timur atau 64 kilometer barat daya Kaur Provinsi Bengkulu, berkekuatan 5,2 Scala Richter, berada di kedalaman 24 kilometer, terjadi sekitar pukul 11.45 WIB.

 

TEKS       : ANTONI STEFEN

EDITOR : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *