Banjir Masih Ancam Sumsel

Banjir yg Menggenangi Jalan | Bagus Park

Banjir yg Menggenangi Jalan | Bagus Park

MESKI hari-hari ini intensitas hujan di Palembang dan daerah lain di Sumatera Selatan cenderung turun. Namun i Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan mengimbau warga daerah ini terutama yang tinggal di kawasan rawan banjir dan tanah longsor, untuk tetap mewaspadai kemungkinan terjadi bencana alam itu.

Banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Sumsel ini dalam beberapa bulan terakhir diperkirakan masih berpotensi terjadi hingga Maret, mengingat pada bulan tersebut intensitas curah hujan diprediksi masih tinggi. Demikian kata Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel, Indra Purnama, di Palembang, Senin (3/2) kemarin.

Dia menjelaskan, beberapa daerah di Sumsel yang tergolong rawan terjadi banjir, antara lain Kota Palembang, Kabupaten Musi Rawas, Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Kabupaten Muaraenim. Sedangkan daerah yang tergolong rawan longsor, seperti Kota Pagaralam, Kabupaten Lahat, Empat Lawang, Muaraenim, Ogan Komering Ulu, dan Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan.

Kita mengharapkan masyarakat yang berada di daerah rawan banjir dan tanah longsor tersebut  agar  selalu meningkatkan kewaspadaan dan melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi bencana tersebut, sehingga dapat menghindari adanya korban jiwa dan kerugian harta benda dalam jumlah besar.

Kita juga mendukung imbauan serupa juga diungkapkan Koordinator Relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Sumsel MS Sumarwan, agar warga di provinsi yang berpenduduk sekitar 8,6 juta jiwa itu selalu waspada atas kemungkinan terjadi bencana alam.

Masyarakat Sumsel terutama yang tinggal di kawasan rawan banjir dan tanah longsor diimbau untuk mewaspadai terjadi bencana tersebut, sehingga bisa dihindari atau paling tidak diminimalkan korban jiwa dan harta benda.

Sedangkan upaya untuk meringankan beban masyarakat yang menjadi korban bencana alam di Sumsel,  kita mengharapkan agar pemerintah dapat menyiapkan bantuan tanggap darurat berupa bahan makanan dan tenda darurat untuk tempat penampungan sementara para korban bencana.

Di samping itu kita mengharapkan agar masyarakat juga terbiasa dengan sikap-sikap antisipatif sehingga ketika bencana terjadi tidak kelabakan tetapi sudah penuh persiapan. Dengan demikian kita dapat meminimalisir korban-korban yang berjatuhan.  (Sarono P Sasmito)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *