Bubarkan Kampanye Ilegal !

KAMPANYE

BANYUASIN, KS-Maraknya pertemuan terbatas, tatap muka dan penyebaran alat peraga kampanye yang dilakukan calon anggota legislatif (Caleg) di berbagai daerah di Kabupaten Banyuasin, memantik reaksi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Banyuasin.

Panwaslu meminta semua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), untuk mengontrol semua tindakan yang dilakukan para caleg tersebut. ”Panwascam maupun petugas pemantau lapangan (PPL), harus buka mata dan pasang telinga dengan maraknya kampanye ilegal,” kata anggota Panwaslu Kabupaten Banyuasin Divisi Pengawasan dan Humas, Iswandi yang dibincangi, Minggu (2/2).

Iswandi menegaskan, bila ada pelanggaran seperti pelaksanaan kampanye ilegal, tatap muka terbatas, dan penyebaran alat peraga kampanye, maka harus dibubarkan. Dikatakannya didalam melakukan kegiatan pertemuan, peserta pemilu diwajibkan melaporkan ke KPU ditembuskan ke Panwaslu serta pihak Kepolisian. “Apabila ada kegiatan yang dilakukan para caleg, tanpa melapor itu merupakan kegiatan ilegal,” tegasnya.

“Kalo ada kegiatan tanpa  Melapor. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan ilegal, sehingga Panwascam  maupun PPL berhak untuk membubarkannya” sambungnya.

Dikatakannya, panwaslu akan bertindak tegas terhadap caleg yang melanggar. Apalagi menurutnya, pelaksanaan pemilu tinggal sebentar lagi. “Cukup sudah, kita ambil dari pengalaman yang silam. Dari itu, kita sebagai lembaga pengawas, harus bersikap tegas agar pelaksanaan pemilu nanti di Banyuasin, bisa berjalan jujur, adil dan demokratis,” tukasnya.

Sementara itu pantauan Kabar Sumatera, pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan caleg di Banyuasin kian marak. Misalnya pemasangan atribut kampanye luar ruangan, hampir di semua sudut Kota Pangkalan Balai, Jalan Lintas Sumatera yang menghubungkan Pangkalan Balai-Betung, saat ini dipenuhi oleh berbagai atribut kampanye milik caleg dengan berbagai ukuran.

Secara diam-diam sejumlah caleg, mulai melakukan gerilya dengan melakukan pertemuan terbatas dengan masyarakat. Begitu juga, dengan pemasangan iklan di media massa juga sudah mulai dilakukan, padahal semua itu belum boleh dilakukan.

 

TEKS               : DIDING KARNADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *