Truk Bongkar Muat, Petugas Cuek

Truk-Bongkar-Muat,-Petugas-Cuek

Sebuah truk membongkar muatannya di Toko Fajar Nauli. / Foto : Indra Setia Haris /KS

PALI | KS –  Meski sudah ada pelarangan terkait adanya aktifitas bongkar muat barang di Pasar Impres, Pendopo, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), sejak pukul 08.00 WIB-12.00WIB, namun masih saja banyak ditemukan pemilik toko yang melanggar ketentuan tersebut.

Alhasil, di kawasan pasar tersebut kerap menimbilkan kemacetan parah. Ironisnya, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) PALI bersikap cuek seakan membiarkan aktifitas tersebut.

Pantauan Kabar Sumatera dilapangan, nampak terlihat kendaraan truk melakukan bongkar muat keramik tepat di depan Toko Fajar Nauli. Akitifitas tersebut dilakukan pada pagi hari.

Selain di toko tersebut, pemadangan serupa juga terlihat di beberapa toko. Mobil yang memuat barang pecah belah dan manisan ini membuat jalan di area pasar macet.

Mirisnya, tidak jauh dari aktifitas bongkar muat tersebut terdapat beberapa petugas terminal berkumpul di pos jaga terminal. Namun sayangnya, tidak ada upaya untuk melakukan penertiban.

Amsar, pemilik toko tersebut mengaku dirinya sudah mengetahui adanya aturan pelarangan itu. “Aku sudah tahu aturan itu, tapi bukan aku sengaja melanggar. Soalnyo truk ini sampai di Terminal Pendopo sore kemarin. Sopirnya sampai menginap di terminal. Kalau tidak dibongkar sekarang, kapan lagi,” kata Amsar.

Menurut Amsar, petugas di terminal sudah mengetahui truknya bermalam disitu (terminal –red). “Petugas terminal pasti sudah tahu, karena truk ini semalem nginep disitu. Kalau memang tidak boleh pasti kami dilarang masuk sini,” aku Amsar memberi alasan.

Sementara itu, Rahman Biya, tokoh masyarakat setempat mengaku menyesalkan adanya bongkar muat barang meski sudah dilarang pihak Dishub. Namun, dirinya menyayangka tidak ada upaya penertiban meski tidak jauh dari area tersebut terdapat beberapa petugas dishub.

“Kok masih ada yang bingkar muat. Untuk petugas, Kalau dulu okelah, petugasnya sedikit. Tapi sekarang, petugasnya banyak tapi kerjanya cuma duduk-duduk saja. Kalau cuma duduk, mending tidak usah pakai seragam. Pakai celana pendek dan main gaplek,” keluh Rahman.

Kepala Dinas Perhubungan Kominikasi dan Informasi (Diskominfo), Drs Rusman Firman MM, saat dihubungi Kabar Sumatera berjanji akan melakukan penindakan terhadap pelanggaran di Pasar Inpres tersebut. “Mulai Senin (hari ini-red), kami akan lakukan penertiban. Kita akan tegaskan kembali aturan yang ada,” tegas Rusman.

Mengenai ketidaktegasan petugas di terminal, Rusman mengaku sudah menegur anak buahnya. “Kemarin sudah kita kumpulkan dan kita tegur,” tutup Rusman.

Sebelumnya, Plh Sekda PALI,  Drs Amirudin Tjikmat dengan tegas mengatakan kegiatann bongkar muat pedagang di Pasar Inpres Pendopo dilarang mulai pukul 08.00 WIB- 12.00 WIB.

“Nanti akan ada perbupnya” tegas Amirudin dihadapan etugas parkir, Camat Talang Ubi, Para Lurah di kecamatan Talang Ubi, Dishub kominfo dan Dinas PerindagkopUKM, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, langkah tegas ini diambil agar tidak terjadi kemacetan di Jalan Lingkar Pasar Inpres. “Pasar juga tidak terkesan semrawut. Kemacetan yang sering terjadi di pasar itu disebabkan pedagang membongkar muatan. Truk besar yang membawa barang dagangan itu memakan badan jalan. Sehingga menyulitkan pengendara berpapasan. Kondisi jalan yang sempit dan berlubang memperparah kemacetan,” singkatnya.

Teks : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *