Pertanian Sumsel Alami Puso

pertanian

Foto : Google Image

PALEMBANG, KS – Curah hujan yang tinggi, yang mengguyur hampir semua kabupaten dan kota di Sumatera Selatan (Sumsel), ternyata berdampak pada sektor pertanian di Sumsel. Pasalnya, berdasarkan data Dinas Pangan dan Holtikultura (DPH) Sumsel, sebanyak 3.778 hektar, lahan pertanian di sejumlah daerah Sumsel, mengalami puso atau gagal panen.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala DPH Sumsel, Taufik Gunawan menyebut, banyak lahan pertanian di Sumsel yang terendam banjir. Luasnya menurut Gunawan sekitar  27.162 hektar. Rinciannya, di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur  seluas 8.021 hektar,.

“Sementara di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) seluas 18.416 hektar, Musi Rawas (Mura) seluas 725 hektar dan Kota Lubuk Linggau seluas 16 hektar.  Sedangkan lahan pertanian mengalami puso, seluas 3.778 hektar,” bebernya.

Ia menerangkan, adapun daerah yang lahan pertaniannya mengalami puso berada di berberapa daerah yakni Kabupaten OKU Timur seluas 2175 hektar,  OKI seluas 1594 hektar dan Lubuk Linggau seluas sembilan hektar.  “Nah, untuk Kabupaten Mura sendiri itu tidak ada lahan pertaniannya yang mengalami puso, meskipun juga terkena banjir,” jelas Taufik.

Untuk mengurangi beban para petani yang mengalami puso, DPH Sumsel kata Taufik, akan memberikan bantuan benih. Namun DPH akan mengajukannya lebih dahulu ke pemerintah pusat, untuk meminta cadangan benih nasional (CBN).

“Untuk saat ini, hanya Kabupaten OKI yang telah mengajukan usulan untuk bantuan benih, adapun jumlah usulan bantuan benih yang diminta atau diusulkan Kabupaten OKI, dari 1.594 luas lahan pertaniannya yang terkena puso, mereka meminta 33.150 kilogram (Kg) atau 33 ton benih,” terangnya

Sedangkan untuk daerah lain yang terkena banjir dan puso, saat ini sudah bisa diatasi pemerintah daerahnya masing-masing. “Kita akan terus memantau dan memonitor perkembangan di lapangan. Kita telah menyiapkan petugas di setiap kecamatan,” ucapnya.

“Jadi para petugas ini, terus memantau dan memberikan informasi atau laporan mengenai perkembangan yang terjadi di lapangan. Sehingga kita dapat dengan cepat menindaklanjuti laporan itu,” tukasnya.

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *