PLN Harus Jujur Kepada Pelanggan

Ilustrasi

Ilustrasi

-Terkait Pemadaman Listrik Hingga Tiga Bulan Kedepan

PALEMBANG KS-Lembaga Independen Perlindungan Konsumen (LIPK) Sumsel meminta kepada PLN Wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (WS2JB) untuk lebih bersikap jujur terhadap masyarakat, khususnya pelanggan yang ada di Palembang terkait adanya pemadaman bergilir tiga bulan kedepan yang terjadi di sejumlah kecamatan dalam Kota Palembang sebagai imbas dari dua pembangunan di Palembang.

“Ya, PLN harus lebih jujur kepada pelanggan terkait adanya pemadaman itu. Sekarang apakah PLN sudah jujur kepada masyarakat. Seharusnya ada solusi terbaik untuk mengatasi hal itu sehingga tidak mengganggu kenyamanan pelanggan. Listrik itu sangat vital sekali sehingga PLN harus benar-benar jujur dan cepat menyelesaikan persoalan pemadaman itu,”kata Ketua Lembaga Independen Perlindungan Konsumen (LIPK) Sumsel, Toto Dalkuci, Rabu (22/1).

Dibalik gangguan pengerjaan dua proyek itu, masih kata dia, mau tidak mau masyarakat juga harus tetap menjalaninya.

Dia mengaku, sangat khawatir dengan adanya aksi pemadaman listrik disejumlah kecamatan dalam Kota Palembang. Lebih lagi pemadaman yang dilakukan hingga tiga bulan kedepan.

“Apa tidak ada solusi lain mengatasi persoalan itu. Seharusnya PLN sudah bisa memperkirakan langkah yang akan diambil dari adanya pembangunan fly over Jakabaring dan underpass Patal Kenten. Pemadaman listrik selama tiga bulan bukan merupakan solusi terbaik mengatasi persoalan itu,”jelasnya.

Dia juga menilai realita dilapangan jarang sekali ada pekerja teknis yang melakukan pengerjaan perbaikan, pemeliharaan ataupun pemindahan kabel bawah tanah. Jika pemindahan transmisi itu dilakukan dengan cepat, mungkin durasi pemadaman dapat lebih ditekan.

Waktu pemadaman yang dilakukan PLN pun, kata dia, terbilang sangat lama hingga lebih dari 7 jam sehingga sangat merugikan pelanggan. Begitu pun untuk informasi pemadaman juga harus jelas dan tidak setengah-setengah menginformasikannya.

“Selaku lembaga independent yang melindungi konsumen, kami meminta kepada PLN mencari solusi terbaik agar pemadaman tidak terjadi lagi. Bayangkan saja, dampak pemadaman berpengaruh terhadap bisnis home industri seperti las dan membuat kue di Kecamatan Kemuning. Mereka yang berkecimpung didua bisnis itu tidak bisa mencari rezeki akibat pemadaman itu,”tuturnya.

Sementara itu, Rangga, salah satu warga Sosial mengaku listrik padam paling lama dari pukul 09.00WIB hingga 16.00WIB sehingga sangat berpengaruh terhadap aktivitas bisnis las, warnet, ps maupun kue.

 

“Pemadaman ini sudah terjadi beberapa kali, baik siang, sore maupun malam. Sebagai konsumen, saya hanya berharap PLN dapat segera membenahi sistem yang ada. Jika pun kekurangan daya diperlukan tambahan travo. Kalaupun alasan lain, seharusnya PLN dapat mencari solusi terbaik dari masalah itu,”katanya.

 

TEKS       : ROMI MARADONA

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *