Tujuh Unit Pompa Disiagakan

Genangan Banjir | Bagus Park

Genangan Banjir | Bagus Parkbanjir

PALEMBANG, KS-Pemerintah Kota (pemkot) Palembang, mulai bersiaga terhadap ancaman datangnya banjir. Itu bukan tanpa sebab, karena memang setiap musim penghujan sejumlah kawasan di metropolis, dipastikan bakal kebanjiran.

Sebagai antisipasi datangnya banjir, pemkot melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga (BM) dan Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), menyiagakan satuan tugas (satgas) untuk mengoperasionalkan pompa air.

Satgas tersebut kata Kepala Dinas PU BM dan PSDA Kota Palembang, Dharma Budi, akan bertugas selama 24 jam, untuk menyedot air di daerah yang tergenang terutama di kawasan jalan protokol.    “Kita baru memiliki tujuh unit pompa, ini masih kurang,” jelas Dharma ketika dibincangi, kemarin di ruang kerjanya.

Tujuh unit pompa tersebut bebernya, ditempatan di sejumlah kawasan. Diantaranya, Jalan Jend Sudirman, Kapten A Rivai, kawasan 26 Ilir, Basuki Rachmat, kawasan Sekip dan lainnya.  Namun sambungnya, pompa-pompa tersebut bisa dipindahkan. Artinya, saat di kawasan tertentu dibutuhkan pompa untuk menyedot air maka satuan tugas (satgas) yang disiagakan, akan bergerak.

Tetapi kata Dharma, tujuh unit pompa yang dimiliki itu masih kurang untuk mengantisipasi banjir di Palembang. Idealnya sebut dia, Palembang membutuhkan 15 unit pompa. “Kekurangan itu, akan kita anggarkan pembeliannya di APBD 2014 nanti. Harganya cukup tinggi, satu unitnya Rp500 juta sampai Rp700 juta,” ucapnya.

Tak hanya melalui sistem pompanisasi, untuk mengantisipasi terjadinya banjir, Dinas PU BM dan  PSDA bebernya, sudah melakukan normalisasi. “Untuk normalisasi sungai, sekarang sedang kami lakukan di kawasan Jalan Srijaya Negara, Sematang Borang, dan Kenten,” ujarnya.

Dibincangi terpisah, Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Selatan (Sumsel), H Ishak Mekki menyebut, memasuki musim Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel terus melakukan antisipasi terjadinya musibah banjir di sejumlah wilayah di Sumsel.

“Curah hujan di Sumsel, saat ini sudah mulai tinggi. Kita terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat, untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Ada beberapa langkah, yang sudah dilakukan seperti memperbaiki drainase dan memasang instalasi peresapan,” bebernya

Selain itu kata mantan Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) ini menyebut,  normalisasi sungai yang terjadi pendangkalan dilakukan. Sampah-sampah yang ada di sungai, mulai dibersihkan. Sehingga saat hujan turun deras, air tetap bisa mengalir.

“Ada beberapa wilayah di Sumsel, yang rawan banjir seperti Palembang, Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin dan daerah lainnya. Kita minta pemerintah daerah setempat, untuk melarang warganya melakukan penimbunan di daerah-daerah resapan air. Pemprov juga, sudah menyiapkan bantuan yang siap di distribusikan kapan pun di daerah yang terjadi bencana,” tukasnya.

 

TEKS : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *