Kawasan Bukit Barisan Rawan Longsor

Bukit Barisan | Google Image

Bukit Barisan | Google Image

PAGARALAM KS-Kawasan Bukit Barisan Kota Pagaralam kini alami kerusakan cukup parah dan sangat rawan longsor.

Kondisi kerusakan kawasan Bukit Barisan itu mulai dari Kelurahan Bumiagung, Jangkarmas dan  Muarasiban, Kecamatan Dempo Utara dan Kelurahan Padang Temu, Kecamatan Dempo Tengah hingga Kelurahan Penjalang, Kecamatan Dempo Selatan.

Pantauan Kabar Sumatera di lapangan, akibat maraknya perambah hutan maupun perluasan lahan perkebunan, berikut tingginya curah hujan dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah kawasan rawan bencana ini tidak hanya merusak ribuan hektar hutan saja, termasuk pula merusak perkebunan kopi. Bahkan kondisi tebing di bukit barisan mulai dari Kecamatan Dempo Utara, Dempo Tengah dan Dempo Selatan sudah banyak retak membelah dengan panjang sekitar ribuan meter dan tinggi ratusan meter.

Ucap Salahudin, Ketua RW 02 Dusun Jambatakar, Kecamatan Dempo Utara mengatakan, memasuki musim hujan bukan hanya mempengaruhi kondisi alam daerah ini, tapi termasuk menimbulkan banyak terjadi bencana longsor terutama di kawasan perbukitan mulai dari Dusun Bumiagung hingga Dusun Jambatakar, Kecamatan Dempo Utara. Ketiga daerah tersebut merupakan jalur bukit barisan yang terdapat sedikitnya 40 titik terjadi longsor dan puluhan ribu batang kopi serta coklat tertimbun tanah. Jika terjadi longsor susulan yang lebih besar, dapat dipastikan ada sekitar 450 jiwa di Dusun Talang Ayik Salak terancam.

“Untuk daerah Kelurahan Jangkarmas ada sekitar 10-15 titik longsor, kemudian di daerah Kelurahan Bumiagung terdapat sekitar 20 titik dan sisanya di Kelurahan Muarasiban dan Burung Dinang. Sementara sejumlah warga yang  sudah puluhan tahun tinggal di daerah itu, baru pada tahun 2010-2013 ini terjadi longsor yang terjadi diperbukitan Dempo Utara. Akibatnya bukan hanya menimbun tanaman sayuran saja, tetapi termasuk pula ribuan pohon kopi pun ikut rusak terbawa tanah longsor,” kata Salahudin, Kamis (26/12).

Senada dikemukakan Aherudin, Ketua RW 09, Dusun Jangga, Keluarahan Padang Temu, Kecamatan Dempo Tengah. Ia mengatakan,  sejumlah kebun yang mengalami kerusakan terparah akibat longsor dan ada beberapa lokasi akibat alih fungsi hutan. Sementara kawasan rawan longsor ini berjarak sekitar 200-300 meter dari lokasi pemukiman warga.

Bencana alam ini kerap terjadi setelah adanya upaya perluasan lahan pertanian terutama lahan perkebunan kopi di puncak bukit Kayu Manis sekitar lokasi longsor. Selain itu terdapat lobang galian dengan lebar tiga meter dengan kedalaman sekitar sembilan meter, bekas aktifitas warga yang melakukan pencarian sumber logam mulia dilokasi tersebut.

“Namun setelah tidak menemukan sumber emas, keberadaan lobang menggangah tersebut dibiarkan begitu saja atau tidak ditimbun lagi. Sehingga diwaktu musim hujan tiba, lubang berbentuk sumur tersebut menampung air, maka lama kelamaan  terjadila penyerapan yang mengakibatkan longsor,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kota Pagaralam, Imam Pasli SSTP mengatakan, memang sebagian besar tiga kawasan hutan di bukit barisan kondisinya sudah kritis akibat terjadi alih fungsi dari hutan menjadi lahan perkebunan kopi. Adapun luas hutan lindung sekitar 28.740 hektare, hutan budidaya sekitar 24.336 hektare dan hampir 5.000 hektare hutan lindung rusak.

“Hingga kini kita masih mengalami kesulitan untuk melakukan pencegahan, mengingat sebagai besar daerah perbukitan itu sudah dikuasi warga sejak  belasan tahun silam. Bahkan sebagain besar patok batas hutan lindung dan batas hutan kota pun sudah banyak hilang. Hal ini sebetulnya terjadi ketika Kota Pagaralam berpisah dengan Kabupaten Lahat, hingga semua patok batas hutan lindung sudah banyak hilang,” sebutnya.

Lanjutnya, memang hampir sebagian perbukitan dikawasan ini sudah beralih fungsi  menjadi lahan perkebunan kopi, sehingga sudah sulit ditemukan pepohonan besar sebagai penahan tanah.

“Kendati demikian, sejumlah kawasan bukit ini merupakan bagian dari bukit barisan yang membelah dua wilayah di Pagaralam yaitu Kelurahan Muarasiban dan tiga kelurahan lainnya yakni Jangkar Mas, Bumiagung dan Agunglawangan,” katanya.

Ditambahkan Kepala  Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD)  Kota Pagaralam, Herawadi SSos, sejumlah jalur bukit barisan cukup rawan longsor terutama di daerah Kecamatan Dempo Utara dan Dempo Selatan. Faktor ini pun biasanya didorong dengan datangnya musim hujan maupun banyak hutan yang sudah rusak atau beralih fungsi menjadi perkebunan kopi.

“Kita sudah melaporkan hal itu ke BPBD Sumsel terkait adanya bencana longsor yang menyebabkan sejumlah kawasan Bukit Barisan terjadi longsor cukup parah,” ujarnya seraya berujar sejauh ini kita tengah melakukan pendataan terhadap kawasan yang rusak akibat bencana longsor tersebut.

 

TEKS : ANTONI STEFEN

EDITOR : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *