350 Hektar Sawah Terancam Gagal Panen

*Irigasi di SDU Ambruk *Warga Goyong Royong Lakukan Perbaikan

Warga Goyong Royong Lakukan Perbaikan Irigasi di SDU yang Ambruk

MUARAENIM, KS-Petani di tiga desa di Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), Kabupaten Muaraenim terancam gagal panen. Pasalnya, sejak 4 Desember lalu, irigasi sepanjang 300 meter yang mengairi 350 hektar sawah di tiga desa tersebut, ambruk.

Tiga desa dimaksud yakni Desa Cahaya Alam, Datar Lebar dan Trans eks Sapi Perah.  Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, Senin (16/12), ambruknya irigasi tersebut akibat tingginya curah hujan yang mengguyur.

Amruknya irigasi itu menurut Camat SDU, Tasman terjadi sejak 4 Desember lalu. “Ambruknya irigasi tersebut, karena hujan deras yang mengguyur Kecamatan SDU selama tiga hari. Akibatnya, sehingga terjadi longsor  di enam titik dengan panjang dan kedalaman yang bervariasi mencapai panjang 350 meter dan kedalaman masing masing sekitar 500  meter,” jelas Tasman.

Namun kata Tasman, irigasi tersebut sudah diperbaiki oleh warga secara gotong royong. Namun, perbaikan yang dilakukan, hanya bersifat sementara. Sehingga butuh perbaikan secara permanen.

“Sudah delapan hari, warga bergotong royong, memperbaiki irigasi ini. Mereka bekerja secara kelompok, berhasil menggali dan membuat kembali badan siring dengan menggunakan peralatan manual seperti cangkul, linggis, dodos dan sebagainya,” ungkapnya.

Namun tuturnya, disaat warga berhasil melakukan penggalian siring di enam titik tersebut, di hari kelima tiba-tiba terjadi longsor di irigasi tersebut sepanjang 150 meter dari 50 meter yang sudah berhasil diperbaiki warga, secara gotong royong.

Warga ungkapnya, sempat kehilangan semangat. Namun mengingat pentingnya irigasi itu, untuk berbagai kepentingan mulai dari untuk pengairan sawah warga, air minum, mandi dan lainnya maka warga kembali terus melakukan upaya perbaikan.

“Akhirnya, hari ini kami berhasil memperbaikinya untuk sementara. Namun kami berharap Pemerintah Kabuaten (Pemkab) Muaraenim, bisa memperbaikinya secara permanen secepatnya,” harapnya.

Dibincangi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan  Umum (PU) Bina Marga (BM) dan Pengairan Muaraenim, Ir. Eddy Elizon melalui Kasi Operasional dan Pemeliharaan Irigasi,  Miliar menyebut perbaikan irigasi tersebut secara permanen akan dilakukan pada 2014 mendatang.

“Rancangan anggaran biaya (RAB) nya, sudah dilakukan oleh Kementrian PU. Perbaikannya, dianggarkan Rp 2,2 miliar menggunakan dana alokasi khusus (DAK) tahun 2014,” ungkapnya.

Namun untuk sementara sambungnya, perbaikan irigasi tersebut akan dilakukan dengan pembuatan siring berlantai dan dinding papan yang dilapisi plastik, dengan lebar satu meter dan kedalaman satu meter, sepanjang 350 meter yang dibagi di beberapa titik.

“Kemudian untuk tiang penyangga, dibuat dari bambu. Cara itu cocok diterapkan, karena kondisi tanah disana yang mudah longsong. Dengan sistem ini, maka air akan bisa melewati yang baru dibuat warga, sehingga bisa mengaliri areal persawahan,” tukasnya.

 

TEKS              : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *