Kades Diduga Serobot 600 Hektar Lahan

HL-Pali-1

Drs Darmawi MSi – Camat Talang Ubi. / Foto : Indra KS

PALI | KS – Sedikitnya, 600 hektar lahan yang berada di Desa Beruge Darat, Kabupaten Penukal Abab Pematang Ilir (PALI), diduga dicaplok oleh Desa Bulang, Kabupaten Muaraenim.

Desa Beruge Darat merupakan salah satu desa yang berbatasan langsung dengan kabupaten Muaraenim.

Ironisnya lagi, pencaplokan lahan dengan cara mematok dilakukan oleh perangkat Desa Bulang. Terkait adanya pencaplokan lahan tersebut, warga geram.

“Kami kaget setelah warga kami melapor kalau lahannya dipatok oleh perangkat desa Bulang. Padahal selama ini lahan tersebut merupakan lahan milik desa Beruge Darat yang notabene merupakan wilayah kabupaten PALI,” kata Kepala Desa (Kades), Beruge, Badarudin.

Badarudin yang mengaku sudah 25 tahun menjadi perangkat desa ini menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh perangkat desa tetangganya itu. Apalagi perangkat desa Bulang itu tidak berkoordinasi terlebih dahulu.

“Mereka tidak pernah berbicara lisan atau menyampaikan surat. Tahu-tahu, mereka membuat patok batas sendiri. Seharusnya kami diajak bermusyawarah dulu. Atau berkoordinasi dengan camat masing-masing, agar masyarakat tidak resah. Kalau main serobot begini kan tidak enak,” tambah Badarudin.

Menurut Badarudin, sejak jaman kepala desa masih disebut krio, kedua desa sudah sepakat jika tapal batas desa dari Sungai Rantau Panjang sampai

Sungai Berngitan masuk wilayah Desa Benuang.

“Sejak ratusan tahun lalu sudah sepakat begitu. Kami tidak pernah ribut soal batas. Kades-kades Bulang sebelumnya tidak pernah ribut. Entah kenapa kades yang baru ini tiba-tiba membuat aturan sendiri,” jelasnya.

Pemasangan patok secara sepihak ini, sambungnya, dilakukan oleh kepala desa Bulang, Dulhaji.

Dulhaji yang baru diangkat jadi kades ini  mengaku, lahan tersebut merupakan wilayah desanya.  “Sejak nenek moyang kami, daerah itu masuk wilayah Desa Bulang. Kami ada buktinya berupa tanaman karet. Kami akan usut hal ini ke kecamatan. Karena wilayah itu milik Desa Bulang,” tambah Dulhaji.

Sementara itu, Camat Talang Ubi, Drs Darmawi MSi yang dihubungi mengaku sudah mengetahui persoalan ini. Bahkan Darmawi mengaku sudah berkoordinasi dengan Camat Gunung Megang.

“Kita sudah koordinasikan dengan camatnya. Nanti akan kita fasilitasi kedua desa ini untuk didudukkan satu meja. Biar jelas” kata Darmawi.

Terpisah, Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Kabupaten PALI, Asrohi menyatakan sudah menerima surat protes dari Kades Beruge Darat terkait tapal batas itu.

“Sudah kita terima tembusan suratnya. Nanti akan kita pertemukan mereka untuk membicarakan hal ini,” kata Asrohi.

Bagi Asrohi, soal tapal batas ini tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena dalam Undang-undang Nomor 7 tahun 2013 yang dikeluarkan DPR RI dan disahkan oleh presiden, soal tapal batas ini sudah diatur dengan sangat jelas.

“Di Undang-undangnya sudah diatur semuam bahkan peta lampiran undang-undang itu sudah dilampirkan titik koordinatnya. Kita tinggal bawa GPS ke lapangan, setelah itu akan ketahuan mana wilayah Beruge Barat dan mana pula wilayah Desa Bulang,” jelas Asrohi

Teks/Foto : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *