Kios Pasar Mubazir

Ilustrasi Pasar

Ilustrasi Pasar

 
PAGARALAM KS – Selain dinilai semrawut, kondisi pasar Sub Terminal Agrobisnis  Nendagung, Kota Pagaralam, masih terlihat kosong baik los pasar maupun kios akibat sepinya penggunjung. Kini, bangunan yang ada terkesan  mubazir, karena tidak memberikan manfaat banyak.

Berdarakan Pantauan Harian Umum Kabar Sumatera, Rabu (4/12), keberadaanya kios banyak dikuasai secara pribadi. Tak hanya kios Pasar Besemah saja banyak belum ditempati pedagang, termasuk sejumlah los yang menampung ratusan lapak pedagang masih enggan ditempati pedagang kaki lima (PKL).

Kendati demikian, pihak terkait tampaknya belum mengambil tindakan tegas guna mengatasi permasalahan ini. Sementara sejumlah PKL yang berada di kawasan Eks Pasar Seghepat Seghendi masih berjualan di badan jalan. Termasuk aktivitas bongkar muat sayuran tidak pada tempatnya, terlihat bebas melakukan bongkar muat.

Sumar (36), warga Terminal Nendagung, tak menampik masih semrawutnya kawasan Pasar Induk Nendagung, akibat tidak optimalnya pihak terkait dalam melakukan penataan.

“Memang, kondisi yang ada hingga kini belum juga tertata dengan baik. Sementara banyak kios maupun los pasar belum banyak ditempati pedagang. Bisa dikatakan belum memberikan kontribusi yang berarti,” katanya seraya menambahkan jika melihat anggaran yang ada sudah terlanjur banyak dihabiskan untuk membangun fasilitas pedagang tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Pengelolaan Pasar (Disprindagkop UKM dan PP) Kota Pagaralam, H Ahmadi Damrah SE mengatakan, kondisi Pasar Terminal saat ini memang perlu dibenahi dan masih banyak los pasar yang kosong  akibat belum ditempati PKL.

“Sejauh ini kondisi yang ada dipicu beberapa factor, seperti pedagang lebih memilih berjualan di luar los, padahal di dalam sudah tersedia lapaknya. Kita juga meminta kepada pihak terkait (Dishubkominfo maupun Sat Pol PP-red) agar dapat melakukan penertiban terhadap aktivitas bongkar muat sayur di pintu masuk terminal, persisnya di pos TPR,” terangnya.

Ujarnya, sejauh ini  pihaknya telah memfasilitasi para agen sayur untuk menempati kios di Pasar Besemah di bagian lantai bawah. Selain itu, jika akses transportasi seperti angkutan kota diarahkan masuk ke terminal, tentunya pembeli akan ramai. Termasuk pula pihak  Sat Pol PP agar dapat  lebih berperan aktif melakukan penertiban.

“Bila akses transportasi diarahkan masuk terminal maupun penertiban PKL terus dilakukan, diyakini para pedagang akan berangsur ramai di pasar Induk Nendagung ini,” kata Ahmadi sambil berujar dalam waktu dekat pihaknya ber sosialisasi agar pedangang dapat membuka kios dan los dengan segera demi mendongkrak PAD Kota Pagaralam.

 

TEKS:ANTONI STEFEN

EDITOR:RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com