Dewan Desak Perda Ternak Optimal

 PERDA

PAGARALAM KS-Guna mengoptimalkan peraturan daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2014 tentang larangan hewan ternak berkeliaran, Dewan Perwakilan  Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pagaralam, mendesak agar pemerintah dapat lebih maksimal menerapkan Perda dimaksud.  Demikian dikemukakan, Wakil Ketua DPRD Kota Pagaralam, Dwikora Sastra Negara SH, Senin (2/12).

Ia berucap, saat ini hewan ternak masih banyak berkeliaran sehingga bukan saja merusak lingkungan, tetapi kotoran dan sering merusak tanaman warga.

“Ya, bukan masanya lagi hewan jenis sapi dan kambing berkeliaran di dalam kota. Tentunya jika dibiarkan jalan ke arah perkantoran bertaburan kotoran ternak,” katanya.

Kata Sastra, mestinya Pagaralam sebagai kota wisata harus didorong dengan ketertiban termasuk bagi warga yang memelihara binatang kaki empat.

“Jika dilihat, hampir setiap tempat di kawasan kota ini banyak hewan-hewan ternak tidur di jalan berikut kotorannya,” ujar Sastra seraya menambahkan hewan ternak yang kerap berkeliaran dijumpai di kawasan  Jalan Gunung, Talang Sawah, Pematang Bangau hingga Tanjung Aro, Kecamatan Pagaralam Utara dan Dusun Pagar Jaya, Kecamatan Pagaralam Selatan.

Terpisah, Kepala Badan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pagaralam, Drs Bhakti N mengatakan, pihaknya  telah mendapat laporan adanya hewan ternak milik warga bebas berkeliaran di dalam kota. Sebab itu, pihaknya akan segera melakukan penertiban dengan memberikan teguran kepada para pemilik hewan ternak yang dibiarkan berkeliaran dijalan.

“Memang benar ada saksinya bagi warga yang sengaja melepas hewan ternak di luar kandang atau dibiarkan berkeliaran pada siang maupun malam hari,” tegasnya.

Bhakti menuturkan, untuk itu pihaknya masih sebatas menegur para pemilik hewan ternak dimaksud agar dapat menyimpan di dalam kandang. Namun, jika masih ditemukan hewan ternak kaki empat bebas berkeliaran, maka pihaknya bersama Dinas Peternakan dan Perikanan harus melakukan tindakan tegas yakni menangkap hewan ternak yang dibiarkan berkeliaran. Kemudian setelah tenggang waktu waktu 14 hari hewan tersebut tidak diambil, maka dinyatakan ketentuan kadarluasa atau hewan tersebut disita untuk dilelang.

“Dalam waktu dekat kami segera kordinasi dengan pihak dinas peternakan guna  merencanakan langkah-langkah apa saja yang harus dipastikan, terutama mengenai kandang tempat penyimpanan hewan-hewan bebas berkeliaran,”  Bhakti mengatakan sambil berkata kalau hewan liar seperti anjing akan langsung dimusnahkan.

TEKS:ANTONI STEFEN

EDITOR:RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *