Perda Tak Optimal, Hewan Berkeliaran

Hewan ternak dibiarkan berkeliaran hingga kebadan jalan

Hewan ternak dibiarkan berkeliaran hingga kebadan jalan

PAGARALAM KS-Nampaknya penerapan Peraturan Daerah (Perda) Kota Pagaralam Nomor 09 Tahun 2004 tentang larangan melepaskan hewan ternak berkaki empat belum optimal. Soalnya, masih banyak hewan peliharaan warga bebas berkeliaran di tepi jalan hingga masuk ke dalam kota. Akibatnya, sangat menggangu kenyamanan dan tergolong membahayakan bagi penguna jalan saat melintas.

Adapun hewan ternak jenis sapi dan kambing bebas berkeliaran tersebut kerap dijumpai di kawasan Jalan Gunung, Talang Sawah, Pematang Bangau hingga Tanjung Aro, Kecamatan Pagaralam Utara dan Dusun Pagar Jaya, Kecamatan Pagaralam Selatan.

Bambang, warga Pagar Jaya bertutur, keberadaan hewan ternak yang bebas berkeliaran itu kerap mengganggu tanaman milik warga, bahkan menyebabkan lingkungan sekitar kurang bersih akibat banyak dipenuhi kotoran hewan ternak.

Ujarnya, kondisi yang ada dinilai cukup menggangu dan menguranggi kenyamanan bagi pengguna jalan saat melintas di jalur tersebut.

“Selain tidak nyaman, keberadaan hewan liar bebas berkeliaran ini kerap merusak tanaman kopi dan coklat, sehingga pohon tersebut menjadi kerdil bahkan mati,” cetusnya.

Kata Bambang, bila diamati ada beberapa lokasi yang kerap dijumpai hewan ternak kaki empat bebas berkeliaran seperti, Kawasan jalan Gunung, jalan SMP Negeri 2 Pagaralam, Talang Sawah, hingga Kawasan Tanjung Aro dan sejumlah daerah lainnya.

“Hewan ternak jenis kambing dan sapi liar ini bukan sekedar menganggu ketertiban saja, tapi termasuk pula kebun dan lading para petani sering terganggu dengan kondisi ini,” ungkapnya.

Menurutnya, bila sudah ada Perda yang melarang hewan ternak kaki empat berkeliaran, seharusnya pihak pemerintah mesti mempertegas lagi melalui penertiban terhadap kondisi yang ada.

Terpisah, Kepala Badan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pagaralam, Drs Bhakti N menerangkan, sejauh ini pihaknya telah mendapat laporan adanya hewan ternak milik warga bebas berkeliaran di dalam kota. Sebab itu, pihaknya akan segera melakukan penertiban dengan memberikan teguran kepada para pemilik hewan ternak yang dibiarkan berkeliaran di jalan.

“Memang benar ada saksi, bagi warga yang sengaja melepas hewan ternak diluar kandang atau dibiarkan berkeliaran pada siang maupun malam hari,” tegasnya.

Ia bertutur, untuk saat ini pihaknya masih sebatas menegur para pemilik hewan ternak dimaksud agar dapat menyimpan di dalam kandang. Namun, jika masih ditemukan hewan ternak kaki empat bebas berkeliaran, maka pihaknya bersama Dinas Peternakan dan Perikanan harus melakukan tindakan tegas yakni menangkap hewan ternak yang dibiarkan berkeliaran.

Kemudian setelah tenggang waktu waktu 14 hari hewan tersebut tidak diambil, maka dinyatakan ketentuan kadarluasa atau hewan tersebut disita untuk dilelang.

“Kami akan segera kordinasi dengan pihak dinas peternakan guna merencanakan langkah-langkah apa saja yang harus dipastikan, terutama mengenai kandang tempat penyimpanan hewan-hewan bebas berkeliaran,” kata Bhaktu seraya menambahkan, kalau untuk hewan liar seperti anjing akan langsung dimusnahkan.

Teks/Foto: Antoni Stefen
Editor:Rinaldi Syahril

Rate this article!
author

Author: