Dokter Mogok Masyarakat Jadi Korban

Suasana Ruang Graha Spesialis Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang

Suasana Ruang Graha Spesialis Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang

*Di OKI Hanya Kenakan Pita Hitam

*Pagaralam tak Ada Aksi Dokter

PALEMBANG, KS-Aksi mogok praktek secara nasional yang dilakukan dokter di Indonesia, juga dilakukan di Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (27/11). Pantauan Kabar Sumatera,  dokter yang ada di Bumi Sriwijaya ini, tidak memberikan pelayanan selama satu hari.

Di Rumah Sakit Mohamad Hosein (RSMH), layanan poli klinik yang biasanya dipadati masyarakat untuk berobat terlihat lenggang. Hanya ada sejumlah perawat, yang duduk-duduk di kursi di ruang tunggu.

Hal yang sama terlihat di Graha Spesialis di RS itu.  Namun di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSMH, aktivitas terlihat normal. Sejumlah dokter dan tenaga medis lainnya, tetap memberikan pelayanan kepada pasien.

Kondisi ini, dikeluhkan sejumlah masyarakat yang hendak memeriksakan kesehatannya di RSMH. Ridho (35), warga Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni terpaksa harus kecewa. Melihat sepinya aktivitas di Graha Spesialis RSMH, Ridho yang sempat bertanya ke bagian administrasi harus kembali pulang.

“Saya tidak tahu, kalau ada aksi mogok dokter. Ini sama saja merugikan masyarakat, memang kita butuh dokter tetapi jangan karena kepentingan mereka, justru mengorbankan masyarakat,” kritiknya.

Hal yang sama diucapkan Rachma (28), warga Jalan Letnan Haidin, Palembang. Ia menyebut, terpaksa batal memeriksakan kesehatan ibunya, Suidah (56). “Ibu saya habis operasi mata, hari ini seharusnya jadwal kontrol. Tetapi dokternya tidak ada, terpaksa harus pulang,” ungkap ibu satu orang anak ini dengan kecewa.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Palembang, Dr Abla Ganie menyebut, aksi mogok nasional tersebut dilakukan sebagai solidaritas terhadap kriminalisasi dr Dewa Ayu Sasiary Prawani SpOG, dr Hendry Simanjuntak SpOG dan dr Hendy Siagian, SpOG yang di hukum 10 bulan penjara penjara atas kasus meninggalnya pasien Julia Siska Makatey di Manado, Sulawesi Utara. “Kami tetap memberikan pelayanan medis, namun yang sifatnya darurat,” jelasnya

Namun di sejumlah kabupaten dan kota di Sumsel, aksi mogok dilakukan dengan cara berbeda. Di OKI, 54 dokter praktek, yang tersebar di beberapa kecamatan, tidak melayani pasien.  Sementara di RS Kayuagung, dokter di RS tersebut tetap melayani pasien yang di rawat namun mereka mengenakan pita hitam sebagai simbol solidaritas.

“Kita tidak melakukan aksi turun ke jalan, seperti yang dilakukan IDI di beberapa daerah. Kita hanya aksi solidaritas, dalam bentuk bertafakur dan berdiam diri,”  kata Ketua IDI OKI, dr Hery Yanridho AP Mkes.

Sementara Direktur RS Kayuagung, dr Nazori menyebut, aksi solidaritas tersebut tetap dilakukan tetapi tidak menghambat pelayanan.  ” Untuk pelayanan masih berjalan normal, kita hanya melakuan doa bersama dan mengenakan pita hitam di lengan kanan,”  jelasnya.

Sedangkan di Pagaralam, aktivitas di RSUD Basemah, berjalan normal. “Sebagai sesama dokter, kita tentu melakukan aksi solidaritas. Namun kita tetap memberikan layanan, kita tidak ingin pasien dan masyarakat terlantar karena aksi solidaritas tersebut,” ungkap Kepala Seksi (Kasi) Rekam Medik RSUD Basemah, Emirza Helmi.

Teks     : Redaksi
Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *