SDN 16 Palembang Berulah Wali Murid Resah

tutwuri-handayani
PALEMBANG I KS-Sejumlah wali murid Sekolah Dasar (SD) Negeri 16 Palembang yang beralamat Jl. Puding Dwikora II kecamatan Ilir Barat I mengaku resah terhadap ulah pihak sekolah yang terkesan membiarkan anak didiknya menonton film porno yang ada di hp salah satu siswanya.

Salah seorang wali murid yang berinisial (J) mengaku, beberapa hari lalu ada siswa yang kedapatan nonton film prno di hp nya dan disaksikan teman-teman lainnya namun, terkesan dibiarkan dan tidak ada tindakan oleh pihak sekolah.

Disamping itu, lanjut sumber yang saat ini anaknya duduk di bangku kelas 4 SD tersebut mengatakan, bukan hanya itu saja, dirinya menilai SDN 16 ini moralnya sudah rusak, bahkan buku tabungan Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang dikhususkan untuk siswa tidak mampu pun disita oleh kepala sekolah. “Katanya dia minta jatah 50 ribu per kepala kalau tidak pihak sekolah tidak akan memberikan buku tabungan tersebut,”katanya.

(J) juga mengeluhkan jam belajar di sekolah tersebut yang tidak menentu karena guru-gurunya banyak yang datang pada siang hari. “Ini tidak bisa dibiarkan, silahkan cek kalau tidak percaya,” bebernya.

Saat dikonfirmasi ke pihak sekolah, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 16 Palembang Romilah S.Pd, didampingi Wakil Kepsek Chodija, S.Pd dan Wakil Kesiswaan Hj. Iriana,S.Pd menepis hal tersebut, menurut mereka itu isu yang tidak benar.

“Tidak ada murid kita yang nonton film porno, yang ada murid membawa HP.Ternyata anak tersebut dituduh oleh teman-temannya nonton film porno. Kemudian HP nya kita sita, kita cek di HP nya, dan ternyata tidak ada film porno sama sekali,”katanya.

Mengenai dana BSM, SDN 16 baru mendapatkan bantuan tersebut, bukan disita, tapi sekolah lagi mengurus rekening tabungan ke Bank.

Menurutnya, wali murid salah mengartikannya, siswa kita berjumlah 300 jumlah siswa yang mendapatkan hanya 84 orang, itupun bervariasi ada yang Rp. 425.000, dan Rp. 245.000 per siswa.

Dirinya juga menepis isu yang mengatakan pihak sekolah meminta jatah Rp.50.000. per siswa yang mendapat BSM “Hal itu sungguh tidak benar, uang itukan diperuntukan bagi murid kurang mampu, mana mungkin kami mengambil uang yang menjadi hak mereka,” tuturnya.

“Mengenai jam belajar tidak tentu dan guru datang siang, hal itu juga tidak benar, kami mengerti sebagai posisi pendidik, mana mungkin kami melayani setengah hati, jelas, hal itu kami katakan tidak benar, isu-isu yang berkembang, akan membuat opini publik yang tidak baik,” terangnya.

Teks : Ridiansyah
EDITOR : ROMI MARADONA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *