Sampah Yang Selalu Bikin Resah

Sampah terlihat berserakat di di Pasar Inpres Talang Ubi

Sampah terlihat berserakat di di Pasar Inpres Talang Ubi


PALI | KS – Problem sampah di Pasar Inpres Talang Ubi sepertinya menjadi PR (pekerjaan rumah -red) yang tak kunjung selesai. Semakin hari bukannya semakin selesai, namun semakin parah.

Pantauan Kabar Sumatera, Selasa (19/11), deretan sampah di Pasar Inpres Talang Ubi, Kabupaten PALI ini berjejer rapi memenuhi badan jalan. Ada tiga tumpukan besar yang memanjang. Bersaing dengan para pedagang menghabiskan badan jalan. Beberapa pengendara bahkan harus hati-hati agar tidak melindas tumpukan sampah tersebut.

“Salah-salah, nabrak sampah kak. Baunyo lengket. Katek asuransinya,” kata Aan salah satu pengendara yang melintas.

Para pedagang yang berjualan disela-sela sampah itu, dengan cueknya justru menggelar dagangan. “Mau bagaimana lagi. Tempat lain kan sudah penuh pak. Daripada tidak jualan, yaa nahan saja. Biar bau yang penting daganganku laku,” tutur Novita, pedagang ikan yang berjualan tepat ditengah-tengah tumpukan sampah.

Novita dengan cuek membersihkan ikan yang akan dijualnya. Sesekali ia melemparkan isi perut ikan ketengah-tengah tumpukan sampah yang ada di samping kanannya.

Novita menjelaskan, sejak Sabtu lalu sampah disitu sudah tidak diangkut petugas. Baru hari Senin kemarin ada petugas yang mengambilnya tapi tidak sampai selesai. Tanpa alasan yang jelas, setelah mengangkut sekali, petugas pengangkut sampah tidak balik lagi. “Makanya sekarang numpuk sampai berjejer begini,” sambungnya.

Novita tidak mengetahui apa yang menyebabkan sampai sampah tidak terangkut semua. “Kurang tahu pak. Aku cuma jualan saja. Lagian dari dulu-dulu soal sampah ini kayak inilah. Tidak pernah selesai,” tambah ibu dua anak ini.

Astuti, staf administrasi UPTD Kebersihan dan Pertamanan Talang Ubi menjelaskan, ketidakdisiplinan pedaganglah yang menyebabkan sampah memenuhi badan jalan tersebut. “Seharusnya pedagang membuang sampah di bak besar yang sudah kami sediakan. Meskipun tidak diangkut berhari-hari, bak itu dak bakalan penuh. Jangan seperti ini, mereka membuangnya dibadan jalan. Akibatnya yaa, seperti ini jalan dipenuhi sampah semua,” ungkap Astuti.

Namun Astuti mengakui saat ini pihaknya kesulitan membuang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir yang berada di KM 9 Handayani Mulia. Jalan menuju lokasi TPA saat ini rusak parah.

“Jalannya rusak sekali Pak. Jalannya kan masih tanah, kalau hujan seperti ini mobil tidak bisa masuk. Kalau bapak tidak percaya, sekarang juga kita kesana. Biar bapak bisa lihat,” ujar Astuti.

Disamping jalan rusak, UPTD Kebersihan dan pertamanan juga terkendala armada angkutan yang terbatas. Saat ini, mobil pengangkut sampah yang beroperasi hanya satu unit. Itupun masih dibengkel, karena rusak.

“Minggu kemarin, mobilnya di TPA tidak bisa keluar dari lokasi karena jalan rusak. Saat dipaksa keluar kemarin mobilnya rusak dan sekarang masih diperbaiki. Kalau siang ini bisa selesai, mungkin sampah disini bisa diangkut. Asal tidak hujan,” ujar Astuti.

Teks/Foto : Indra Setia Haris




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *