Polisi Tilang 2.069 Kendaraan

Ilustrasi Razia

Ilustrasi Razia

PAGARALAM KS-Tampaknya tingkat kesadaraan akan tertib berlalu lintas di Bumi Besemah ini tergolong rendah. Pasalnya, hanya dalam kurun waktu satu bulan jajaran Polres Kota Pagaralam, sudah berhasil mengamankan 3.980 kendaraan yang melakukan pelanggaran lalu lintas dan 2.069 dilakukan penilangan. Demikian dikemukakan Kapolresta Pagaralam, AKBP Saut P Sinaga SIK MSi didampingi Kasat Lantas AKP Hery Widodo SH, Selasa (19/11).

Ia berkata, untuk pelanggaran yang hanya dilakukan teguran sejauh ini mencapai 1.911 kendaraan. Hal ini dikarenakan banyak pemilik kendaraan yang tidak menggunakan helm dan tidak memiliki surat menyurat.

“Selain pelanggaran pengendara lalu lintas yang cukup tinggi, termasuk pula kecelakaan lalu lintas mencapai 55 kasus dalam kurun waktu tiga bulan tersebut,” terangnya.

Angka kecelakaan lalu lintas, kata dia, sebetulnya terhitung tinggi. Karena hanya dalam kurun waktu satu bulan saja sudah 16 jiwa menjadi korban meninggal dunia akibat kecelakaan.

“Dapat dibayangkan bila melihat angka tersebut cukup tinggi baik pelanggaran maupun kecelakaan lalulintas,” kata dia seraya mengatakan, secara rinci angka kecelakan tahun 2013 ini mencapai 55 kasus terdiri dari 16 meinggal dunia, 13 luka berat (luber) dan 38 luka ringan (luring).

Lanjutnya cukup banyak faktor pendungkung mengapa angka Laka Lantas di Pagaralam cukup segnifikan, selain kesadaran masyarakat masih rendah dan pertumbuhan kendaraan pun kian tinggi.

“Pelanggaran dan kecelakaan terjadi, selain kurangnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas termasuk pula masih kurangnya ketersediaan infrakstruktur pendukung, seperti jalan sempit dan banyak rusak kata Saut seraya menambahkan, jika diperhatikan pertumbuhan kendaraan dan jalan masih belum seimbang sehingga hal ini pula menjadi pendorong terjadinya kecelakaan.

Kalau dilihat jumla kendaraan saat ini, sambung Herry, sudah mencapai sekitar 30.000 lebih untuk kendaraan roda dua dan 5.000 roda empat. Sementara jumlah ruas jalan saat ini dinilai masih belum memadai.

“Pelanggaran terjadi selain masih rendahnya kesadaran pengendara dalam mematuhi peraturan lalu lintas, termasuk juga tidak memiliki surat menyurat, seperti SIM, STNK dan tidak dilengkap dengan alat pengaman kendaraan berupa helm,” jelasnya.

Meski begitu, Herry menambahkan, bahwa pihaknya cukup banyak mengamankan kendaraan yang tidak lagi standar, seperti jambrong dan sudah dilakukan mudifikasi.

“Tindakan tegas bagi pelanggar akan tetap kita lakukan guna menekan angka kecelakaan dan terjadinya pelanggaran bagi pengguna jalan raya,” tegasnya.

TEKS:ANTONI STEFEN

EDITOR:RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *