Warga Binaan Hasilkan Berbagai Kerajinan Tangan

lapas

MUARA ENIM I KS-Berbagai jenis kerajinan tangan berhasil diciptakan oleh warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Muaraenim seperti guci keramik dalam berbagai bentuk dan ukuran, vas bunga, hewan-hewan seperti naga, buaya  serta bentuk tanaman bonsai dan lainnya. Berbagai kerajinan yang dibuat sebagian besar berasal dari olahan tanah liat.

Kerajinan yang berhasil diciptakan warga binaan ini, akan dipamerkan dalam setiap event atau kegiatan yang diikuti serta diadakan oleh Lapas Klas II B Muaraenim. Dari pameran yang diikuti banyak hasil kerajinan yang berhasil terjual terutama kerajinan berupa guci keramik.

“Alhamdulillah, kerajinan tangan yang kita ciptakan cukup diminati oleh para pengunjung yang hadir pada setiap pameran atau kegiatan yang kita adakan di dalam lapas. Terbukti, dari banyaknya hasil kerajinan yang terjual,” tutur Dailani selaku pembina warga Lapas Klas II B Muaraenim ketika dibincangi Kabar Sumatera belum lama ini.

Dailani mengaku, saat ini ada sebanyak 20 warga binaan yang menggeluti kerajinan ini. Dalam melakukan pembinaan untuk pembuatan kerajinan tangan, dirinya tidak mengalami kesulitan yang berarti, karena adanya kesungguhan dan keinginan yang kuat warga binaan untuk bisa menghasilkan karya seni.

“Saya berharap kedepannya hasil kerajianan yang di produksi oleh warga binaan Lapas Klas II B Muaraenim ini dapat dipasarkan hingga keluar lapas. Bahkan kerajinan tersebut dapat dipasarkan hingga keluar daerah Kabupaten Muaraenim. Oleh karena itu, kita butuh bantuan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun pihak lain untuk membantu memasarkan produk kerajinan warga binaan ini,” harap Dailani.

Sementara itu, Hariyanto (40), salah seorang warga binaan yang menggeluti kerajinan ini mengaku tidak begitu banyak tingkat kesulitan yang di alami, karena adanya keinginan atau tekad yang kuat untuk menghasilkan karya seni.

Dikatakannya, selain dari tanah liat, pembuatan kerajinan juga menggunakan koran-koran bekas yang sebelumnya dikumpulkan dan diolah menjadi bubur. Lalu, dicampur lagi dengan bahan baku khusus. Selanjutnya, bahan baku tersebut baru dibentuk sesuai dengan keinginan. Rata-rata dalam sebulan dapat menghasilkan 10 unit barang kerajinan dengan berbagai bentuk. Hasilnya, semua kerajinan itu hanya di jual di sekitar lapas saja, oleh karena pihaknya dan lapas sendiri masih kesulitan untuk memasarkan keluar Lapas kelas II B Muara Enim.

“Kami masih terkendala pemasaran. Kerajinan kami ini baru kita jual saat ada pameran atau kegiatan di lapas saja, belum bisa kita jual ke luar. Kita sangat berharap, hasil kerajinan ini bisa dipasarkan di luar lapas,” pungkas Hariyanto.

Teks : SISWANTO

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com