Timsel Cueki Panggilan Dewan

kpu

BANYUASIN, KS-Tim seleksi (timsel) calon komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuasin, sudah menetapkan 10 nama calon komisioner untuk diserahkan ke KPU Sumsel guna mengikuti uji kelayakan dan kepatutan.

Namun keputusan timsel tersebut, mengundang pro dan kontra di masyarakat Banyuasin. Bahkan DPRD Banyuasin melayangkan surat ke timsel guna menjelaskan putusannya tersebut. Namun sayangnya, panggilan itu tidak dipedulikan.

“Sudah dua kali, kita pangil namun tidak pernah datang. Sehingga bagaimana proses seleksi, baik dari awal perekrutan sampai penetapan 10 nama kami tidak tau” kata Wakil Ketua DPRD Banyuasin, Arkoni MD ketika dibincangi di ruang kerjanya, Kamis (7/11).

Ia menyebut, pemanggilan itu sebenarnya bertujuan untuk mengetahui mengenai perkembangan dari proses seleksi calon komisioner KPU Banyuasin. Sehingga diharapkan, komisioner KPU Banyuasin kedepannya adalah orang-orang yang berkualitas dan sesuai dengan kehendak masyarakat Banyuasin.

“Tetapi, panggilan kita itu tidak dipedulikan. Saya sangat kecewa dan menyayangkan, kenapa sampai dua kali dipanggil tim KPU Banyuain tidak mau hadir, terkesan biarlah anjing menggonggong kafilah tetap berlalu,” sesalnya.

Sebenarnya menurut Ketua Partai Hanura Sumsel ini, ia sejak awal sudah bingung kenapa KPU Sumsel menunjuk Suharyono sebagai ketua timsel. Sebaiknya kata Arkoni, ketua timsel yang ditunjuk oleh KPU Sumsel itu adalah warga Banyuasin. “Sehingga kita tahu, bagaimana kredibilitasnya. Warga Banyuasin, juga banyak yang pintar,” ucapnya.

Karenanya Arkoni mensinyalir,  seleksi komisioner KPU Banyuasin itu sarat dengan kepentingan politik kelompok tertentu. “10 nama yang ditetapkan sekarang, diduga kuat untuk mengakomodir kepentingan bupati sekarang,” tudingnya.

Arkoni pun meragukan kapabilitas dan kemampuan 10 calon komisioner yang sudah ditetapkan timsel tersebut. Ia yakin, komisioner KPU Banyuasin yang dihasilkan dari proses seleksi ini, akan lebih buruk dari komisioner KPU Banyuasin sebelumnya. “Komisioner KPU Banyuasin, yang dihasilkan dari produk timsel sekarang ini, bakal jauh lebih buruk dari anggota KPU sebelumnya,”ungkapnya.

Dia juga pesimis, dengan independensi komisioner KPU Banyuasin kedepan. Karena sejak awal bebernya, seleksi komisioner KPU Banyuasin sudah direkayasa sedemikian rupa.  “Semuanya sudah bisa ditebak, ini untuk kepentingan siapa. Ini untuk memuluskan, siapa-siapa yang akan duduk di legislatif mendatang yang tentunya berimbas untuk kesinambungan penguasa sekarang,” tukasnya.

Teks     : Diding Karnadi
Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *