Peningkatan Mutu Guru Tak Bisa Ditunda Lagi

Aidil yang pada kesempatan itu didampingi oleh Kepala Dinas yang diwakili  Drs. H Hafizi Isro, Ketua Dewan Pendidikan Sarono P Sasmito, Ketua PGRI Drs. Toriq Thohir

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Drs. H Aidil Fitrisyah yang pada kesempatan itu didampingi oleh Kepala Dinas yang diwakili Drs. H Hafizi Isro, Ketua Dewan Pendidikan Sarono P Sasmito, Ketua PGRI Drs. Toriq Thohir

INDERALAYA, KS-Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Drs. H Aidil Fitrisyah mengemukakan, mutu pendidikan di negeri ini mustahil mengalami peningkatan kalau mutu tetap seperti sekarang. Bukan hanya itu pemberlakuan kurikulum 2013 yang belum diikuti dengan persiapan yang matang juga harus dilakukan pembenahan.

“Kita tak boleh berdiam diri dan harus memberikan masukan kepada pemerintah sebab kita tak ingin pendidikan di negeri ini  hancur karena system yang dipaksakan,” ujarnya ketika bertatap muka dengan Ketua Dewan Pendidikan, para Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan, para pengawas, dan ketua Forum Komunikasi kepala sekolah se-Kabupaten Ogan Ilir (OI) di SMPN 1 Inderalaya, Rabu (6/11) lalu.

Aidil yang pada kesempatan itu didampingi oleh Kepala Dinas yang diwakili  Drs. H Hafizi Isro, Ketua Dewan Pendidikan Sarono P Sasmito, Ketua PGRI Drs. Toriq Thohir mengupas berbagai masalah dan isu pendidikan secara nasional sampai ke daerah.

Menurutnya guru sebagai factor kunci namun pada kenyataan peningkatan mutu guru tidaklah berjalan dengan signifikan. Adanya sertifikasi dan pemberian tunjangan kepada mereka juga belum memberikan efek peningkatan mutu yang jelas. Justru adanya kuota jam mengajar 24 jam perminggu tidak dapat dilaksanakan dengan baik bahkan menimbulkan rekayasa jam mengajar di sana sini. Kemudian pemberlakuan kurikulum 2013 juga tidak dipersiapkan dengan matang. Termasuk ketika Aidil menanyakan apakah peserta yang berada di ruangan tersebut pernah ikut penataran kurikulum 2013 tak ada seorangpun yang mengaku pernah ikut.

Menghadapi problem-problem seperti itu Aidil yang juga Ketua Pansus Undang-Undang Guru meminta masukan riil kepada seluruh peserta dan itu akan dibawanya dalam pengolahan serta revisi UU Guru dan Dosen tersebut.

Pada kesempatan itu Hafisi Isro menggambar kondisi pemerataan pendidikan yang di 16 kecamatan di Kabupaten OI. Baik lembaga pendidikan berupa TK, SD, Paud, SMP, SMA dan SMK telah merata di seluruh kecamatan yang ada di OI.

Sedangkan Sarono P Sasmito pada kesempatan itu memberikan masukan, agar DPD berjuang untuk memperkuat fungsi dan perannya di legislative. Sebab hingga saat ini DPD hanya bias bersuara dan memberikan masukan, sedangkan eksekusi dari inisiatif dan UU yang muncul adalah hak DPR RI.

“Oleh karena perlu adanya pressure agar ada perbaikan regulasi sehingga DPD lebih punya gigi,” ujar Sarono P Sasmito yang juga Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kabar Sumatera.

Menanggapi hal itu Aidil menyatakan akan membawa aspirasi itu ke Jakarta. Sedangkan Toriq pada kesempatan itu mengharapkan agar Aidil mencalonkan diri lagi menjadi anggota DPD RI sebab perannya dalam memperjuangkan masalah pendidikan sangat diharapkan warga Sumsel.

Teks: Junaidi Abdillah

Editor: Sarono P Sasmito




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com