Pecel Lele Bakal Dikenakan Pajak

Ilst. Lapak Pedagang Pecel Lele

Ilst. Lapak Pedagang Pecel Lele

PALEMBANG, KS-Berbagai usaha untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), terus dilakukan oleh Pemerintah Kota (pemkot) Palembang.  Karenanya, pemkot membidik sejumlah usaha yang bakal dikenakan pajak.

Salah satunya warung makan pecel lele. Untuk tahap awal, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), akan melakukan pendataan terhadap warung makan pecel lele yang bertebaran di Palembang.

“Kita akan data dulu, mana tempat usaha yang potensial. Dari penelusuran kami, warung makan pecel lele, cukup menjanjikan bahkan keuntungannya sangat besar. Tetapi selama ini, tidak terkena pajak,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pendataan dan Penetapan, Dispenda Kota Palembang, Sodikin ketika dibincangi, Kamis (7/11).

Nantinya jelas Sodikin, setelah dilakukan pendataan barulah akan dilakukan sosialisasi kepada pengusaha warung makan pecel lele tersebu agar mereka membayarkan pajak kepada pemerintah.

“Usaha pecel lele ini, tergolong dalam usaha rumah makan atau restoran. Hanya saja mereka ini berdagang di jalan-jalan, sedangkan rumah makan yang terdaftar di Dispenda hanya 676 unit,  selama ini usaha pecel lele belum terdaftar,” bebernya.

Ia menjelaskan, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Palembang Nomor 12 tahun 2010, setiap restoran dan rumah makan terutama yang berpenghasilan tinggi dalam menjalankan usahanya wajib memiliki surat izin usaha perdagangan (SIUP) dan surat izin tempat usaha (SITU).

Sementara usaha pecel lele bebernya, bisa dikatagorikan sebagai usaha restoran atau rumah makan. Karenanya mereka tegas Sodikin, juga wajib memiliki SIUP dan SITU. “Dalam perda tersebut bukan hanya mengatur tentang izin maupun pajak.  Melainkan juga semua usaha tersebut, haruslah terdaftar di pemerintah guna memberikan pemasukan maksimal terhadap PAD,”ujarnya.

Sodikin mengatakan, pertumbuhan usaha rumah makan, baik pinggir jalan maupun tempat lainnya sangat cepat di kota empek-empek ini. Karenanya itu bebernya, akan dimaksimalkan oleh Dispenda untuk memberikan sumbangsi terhadap PAD.

“Kita sendiri tahun ini, menargetkan pendapatan dari sektor ini mencapai Rp31 miliar. Sampai saat ini, sudah terealisasi 91 persen,” tukasnya.

Teks    : Alam Trie Putra

Editor : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *