Barracuda Hingga Water Canon Disiagakan

Mobil Barakuda | Foto : Bagus Kurniawan

Mobil Barakuda | Foto : Bagus Kurniawan

PALEMBANG, KS-Palembang Sport and Convention Center (PSCC), terus dipercantik. Pantauan Kabar Sumatera, Rabu (6/11), sejumlah pekerja sibuk merapikan pelataran PSCC dari sisa-sisa bahan bangunan dan galian.

Tenda-tenda warna putih, yang akan dimanfaatkan untuk pameran produk UMKM di Sumsel, yang dikemas dengan sebutan pesta rakyat juga sudah berdiri. Sementara di dalam gedung, kursi dan meja sudah tertata rapi. Puluhan pegawai negeri sipil (PNS), baik dari Pemprov Sumsel dan DPRD Sumsel, juga terlihat sibuk mengatur untuk persiapan event besar yang disiapkan.

Ya, Kamis (7/11), gedung yang dulunya, adalah gedung olahraga (GOR) yang dibangun untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) IX itu, akan menjadi tempat pelantikan orang nomor satu dan dua di Bumi Sriwijaya ini. Namun dibalik “pesta rakyat” itu, ada sedikit kesan mencekam. Itu karena, ratusan petugas keamanan dari kepolisian sudah bersiaga.

Di depan PSCC, di halaman DPRD Sumsel, personil kepolisian sudah disiagakan. Tak hanya ribuan personil berseragam coklat-coklat itu saja yang bersiaga, peralatan seperti water canon, barracuda, pagar kawat juga telah terparkir di halaman gedung wakil rakyat.

Bahkan pasukan dalmas, lengkap dengan peralatannya pun sudah berjaga-jaga. Ada kesan, pengamanan yang dilakukan untuk pelantikan Gubernur-Wagub Sumsel periode 2013-2018 tersebut berlebihan.

Namun Kepala Kepolisian Resort Kota (Polresta) Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting, enggan pengamanan yang dilakukan pihaknya itu berlebihan. “Personil yang kita terjunkan, sesuai dengan kebutuhan. Tamu dan undangan yang hadir kan banya, sehingga personil pengamanan pun kita sesuaikan,” kata Sabaruddin yang dibincangi PSCC, kemarin.

Sabaruddin mengaku, ada 1.200 personil kepolisian yang diterjunkan untuk pengamanan pelantikan Alex Noerdin-Ishak Mekki, sebagai Gubernur-Wagub Sumsel periode 2013-2018. Rinciannya, 850 personil dari Polresta Palembang. Sisanya dari pengendalian massa (dalmas) dan Brimob, satuan intelejen dan pasukan tak berseragam dari Polda Sumsel.

“Tadi kita sudah gelar pasukan, sampai saat ini belum ada potensi gangguan. Kalaupun ada aksi massa, sesuai aturan harus ada pemberitahuan sebelumnya. Sampai saat ini, belum ada,” ucapnya.

Bantahan yang sama disampaikan Ketua DPRD Sumsel, Wasista Bambang Utoyo. Ia menyebut pengamana itu sudah standar.  “Dalam setiap rapat paripurna, selalu ada pengamanan. Apalagi ini paripurna istimewa, yang dihadiri banyak tamu dan undangan sehingga perlu pengamanan agar pelaksanaannya lancar,” tukasnya.

Teks     : Imam Mahfudz Ali

Editor : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *