Dengan Kebun Karet, Perut Ustadz Akan Beres

Para santri Ponpes Ar Rozi Tanah Abang berebutan untuk bersalaman dengan Pj Bupati PALI Ir H Heri Amalindo dalam sebuah acara di Tanah Abang Oktober 2013 lalu.

Para santri Ponpes Ar Rozi Tanah Abang berebutan untuk bersalaman dengan Pj Bupati PALI Ir H Heri Amalindo dalam sebuah acara di Tanah Abang Oktober 2013 lalu.

PALI | KS -Dalam setiap kesempatan berbicara di hadapan publik, selain menekankan akan memrioritaskan pembangunan infrastruktur jalan, Penjabat Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Ir H Heri Amalindo MM ini juga punya keinginan membangun pondok pesantren (Ponpes).

Hal tersebut juga disampaikan Heri Amalindo, saat berbicara dengan wartawan di kediaman dinasnya di jalan Balikpapan Komperta, Pendopo Talang Ubi, Kabupaten PALI. Dirinya berkeinginan membangun Pondok Pesantren (Ponpes) di setiap kecamatan. “Minimal setiap kecamatan punya satu pondok,” ujarnya.

Lebih lanjut, Heri memandang pendidikan di bidang keagamaan di PALI menjadi sangat penting. Dengan membangun mental keagamaan, akan mengurangi dampak pergaulan negatif para remaja. “Coba bayangkan, seandainya di setiap kecamatan ada pondok pesantren, maka dalam kecamatan itu juga bakal ada syiar agama,” lanjutnya.

Pondok pesantren yang dicita-citakan Bupati PALI ini, bukan sekadar pondok yang asal berdiri. Bupati menginginkan pondok yang mempunyai kemandirian terutama soal pendanaan. “Pondok itu akan maju bila sudah punya kemandirian modal. Karena itu pondok-pondok yang ada di PALI akan kita modali dengan usaha seperti kebun karet atau kebun sawit minimal 10 hektar,” papar Heri.

Dengan adanya kemandirian, diharapkan pondok akan mampu memberi kesejahteraan terhadap ustadz-ustadzahnya. “Kuncinya kan sejahtera. Jadi ustadznya dulu yang sejahtera. Bagaimana mau mengajar dengan baik, kalau urusan perut ustadznya belum beres,” imbuhnya.

Karena itu, Heri akan menganggarkan dana untuk pembebasan lahan bagi pondok pesantren yang ada di PALI. Lahan inilah nantinya akan ditanami karet atau sawit sehingga dapat menghidupi pondok.  “Untuk tenaga pengajarnya sendiri, nantinya kita datangkan. Kalau ada putra-putri PALI yang mondok diluar dan berniat membagikan ilmu di kampungnya sendiri tentunya akan lebih bagus lagi,” harap suami dari Ir Hj Sri Kustina Heri Amalindo ini.

Teks : Indra Setia Haris

Editor : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *