Hajatan Meningkat, Sembako Melambung

sembako

sembako

PAGARALAM, KS—Memasuki awal bulan November,   harga kebutuhan pokok disejumlah pasar tradisional di Pagaralam tetap melambung. Sedangkan persedian disejumlah  pasar tergolong sedikit bila dibanding sebelumnya.

Sementara permintaan konsumen terus meningkat, terutama bagi masyarakat yang ingin melaksanakan persedekahan. Saat ini kenaikan harga bahan pokok maupun jenis sayur mayur, diperkirakan mencapai 10-15 persen dari harga jual di pasar sebelumnya.

Pantauan di lapangan, Jumat (1/11), beberapa bahan pokok terus mengalami kenaikan  sejak beberapa bulan terakhir. Diperkirakan kenaikan itu akan terus berlangsung hingga awal tahun 2014 mendatang.

“Misalnya harga cabai merah, sejauh ini cukup signifikan hingga mencapai Rp 45 ribu per kg. Termasuk cabai rawit Rp 35 ribu per kg,” ujar Asan (43), agen bumbu dapur di Pasar Eks Seghepat Seghendi.

Menurutnya, harga sejumlah jenis sayur mayur terus mengalami kenaikani, termasuk bahan pokok seperti beras, telor, minyak sayur, gandum dan sagu pun masih tergolong tinggi.

“Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok itu kemungkinan dipengaruhi oleh banyaknya kebutuhan masyarakat yang hendak menggelar hajatan. Sementara persedian sedkit, mengingat stok yang ada mesti didatangkan dari luar daerah” katanya.

Senada dikatakan elfina (31), warga Griya Bangun Sejatera ini mengakui hal itu.  Ia mengatakan, kondisi ini sering terjadi sama seperti tahun lalu, dimana menjelang akhir tahun maupun awal tahun, harga sembako tetap tinggi, mengingat masyarakat di Bumi Besemah ini banyak yang mengadakan persedekahan.

“Hingga kini kenaikan harga jenis cabai dan bawang merah tetap melambung. Belum lagi harga sembako mulai dari beras, minyak sayur, telor berikut daging sapi, daging ayam dan  ikan terus mengalami kenaikan,” katanya.

Sebetulnya, lanjut dia, kenaikan harga memang agak membingungkan, karena dalam dua pekan terakhir perubahan atau kenaikan harga terus terjadi, padahal bahan-bahan tersebut memang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Diharapkan adanya pengawasan ketat  dalam hal ini pemerintah setempat agar kenaikan itu tidak dilakukan oleh segelintir pedagang saja,” keluhnya.

Menurut Irwan, Agen sayur di Pasar Sub Agrobisnis Nendagung mengatakan, sejauh ini petani di Pagaralam banyak mengalami gagal panen akibat curah hujan terlalu tinggi. Sementara persediaan sedikit, itupun kebanyakan didatangkan dari  luar daerah.

“Sejauh ini, kita terpaksa memasok sayur mayur dari daerah tetangga seperti Pasma Air Keruh, Belitang, dan  Manna Bengkulu,” katanya seraya menambahkan itupun dalam jumlah yang sedikit, karena harganya memang sudah naik.

Terpisah, Kepala Dinas Perindagkop UKM PP,  Ahmadi Damrah  SE MM melalui Kasi Perlindungan Konsumen Nasrullah Hanif SE MM mengatakan, kekenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, sebetulnya mulai berangsur normal.

“Para petani banyak mengalami gagal panen, sedangkan persedian yang ada terpaksa dipasok dari luar daerah. Meski begitu, kenaikan harga sudah sesuai mekanisme pasar,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya sejauh ini terus memonitor kondisi harga di pasaran. Diimbau kepada para pedagang agar  tidak semaunya menaikkan harga secara sepihak.

Teks : Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *