Truk Tronton Terjebak di Atas Jembatan

Truk tronton yang terjebak di atas jembatan

Truk tronton yang terjebak di atas jembatan

INDERALAYA|KS-Sebuah Truk Tronton bernopol BH 8868 AU yang mengangkut alat berat terjebak di atas jembatan di Desa Ulak Aur Standing, Kecamatan Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Rabu (30/10), sekitar pukul 23.00 WIB.

Akibatnya, jembatan yang menghubungkan antara Desa Pematang Bangsal dan Desa Ulak Aur Standing amblas dan nyaris ambruk. Padahal, jembatan tersebut tidak diperuntukan oleh kendaraan berat.

Dugaan sementara, ada oknum kades yang menyuruh truk tronton tersebut melintas untuk kepentingan tertentu. Padahal, kades Aur Standing dan warganya sempat melarang truk tersebut melintas.

Imbasnya, aktivitas warga kedua desa terhambat lantaran jembatan tersebut tidak bisa dilalui. Hal itu karena hingga saat ini (Kamis –red), truk belum di evakuasi.

Idris, sopir tronton mengatakan, pihaknya masih berusaha untuk menarik dan mengangkat kendaraan tersebut dengan mendatangkan mekanik dan peralatan lainnya.

’’Ya, kita masih berusaha untuk menarik atau mengangkat kendaraan ini, saat ini kita lagi mendatangkan mekanik, membawa peralatan las, pipa dan alat lainnya , agar kendaraan ini bisa keluar dari jembatan ini,’’ ujar Sopir Truk Tronton Bernama Idris yang tinggal di Kalidoni Palembang.

Menurut Idris, pihaknya siap pasang badan atas kejadian tersebut, meski yang bertanggungjawab adalah Kades Pematang Bangsal Jumail, karena dia (kades -red) yang menyuruhnya untuk membawa alat berat tersebut melintas di jembatan.

Lanjut Idris, dirinya juga tidak tahu perusahaan apa yang membawa alat berat ini. ’’Saya hanya sopir yang disuruh untuk membawa alat berat ini, jadi saya tidak tahu perusahaannya,’’ elaknya.

Sementara itu, Kades Pematang Bangsal, Jumail  berusaha menghindar dari wartawan ketika meninjau lokasi jembatan yang amblas. Jumail sempat mengatakan jika besok (hari ini –red), jembatan bisa dilalui.’’Paling tidak besok sudah bisa dilalui,’’ katanya sambil berlalu.

Kepala Desa Ulak Aur Standing, Saina mengatakan,  pihaknya sudah tidak mengizinkan kendaraan tersebut melintas. Namun tanpa sepengetahuan dirinya dan warga, kendaraan tersebut diam-diam masih melalui jembatan tersebu

“Siang sebelum kejadian, warga dan saya sudah menolak kendaraan itu melintas jembatan itu. Memang, sepertinya kendaraan itu masih mau melintas, setelah ditentang warga tidak jadi. Nah, tanpa sepengetahuan kita, malamnya tetap melintas. Sehingga terjadilah kejadian ini,” ujarnya

Akibat kejadian ini lanjutnya, aktifitas warganya menjadi terganggu, dan pastinya baik roda empat maupun roda dua tidak bisa melaluinya jembatan tersebut, termasuk penjalan kaki sulit untuk melintasinya, sebab khawatir terjadi apa-apa.

“Warga yang mau menyeberang ke Kecamatan Pemulutan Barat, khususnya mengunakan kendaraan roda dua maupun empat, harus melalui jalan pintas yang cukup jauh, dan memutar,” terangnya.

Dirinya berharap, agar kendaraan tersebut segera dievakuasi, sebelum jembatan itu ambruk secara total. “Kita tidak tahu mau pemerintah atau yang merusaknya segera memperbaikinya, lakukan segera mungkin. Jangan, dibiarkan berlarut-larut,” imbuhnya.

Kepala Dinas  PUBM Pemkab Ogan Ilir  Muhsin Abdullah saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan adanya jembatan amblas akibat dilalui Truk Tronton yang mengangkut alat berat.

“Sebenarnya jembatan itu bukan kapasitas untuk dilintasi Truk Tronton apalagi sambil membawa alat berat,’’ kata Muhsin.

Untuk itu,  pihaknya akan segera melakukan koordinasi. Yang pasti pihak perusahaan pemilik truk dan alat berat harus bertanggungjawab. Namun, karena ini menyangkut kepentingan umum dan sifatnya segera dan mendesak, tentu Pemkab Ogan Ilir melalui PU BM, akan mengambil langkah perbaikan sementara agar jembatan itu bisa dilalui setelah kendaraan truk di evakuasi.

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Imron SUpriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *