Polres Tetapkan Tersangka Baru

 

 

korupsi

Ilst. Korupsi

– Terkait Dugaan Korupsi Dana Jasa Kebersihan

 

PAGARALAM, KS—Setelah menetapkan Direktur Rumah Sakit Daerah Besemah Kota Pagaralam, dr Eddy Kennedy SpB, sebagai tersangka kasus korupsi jasa kebersihan atau cleaning service, dengan nilai kerugian negara Rp468 juta, Kepolsian Resor Kota (Polresta) Pagaralam, tetapkan kembali tersangka baru yakni Dra Fida Apriana.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di bagian Pidana Korupsi Polresta Pagaralam, Apriana Binti Nopa Kuris (49), wiraswasta  warga Jalan WR Supratman Nomor 77, RT 77, Kelurahan Gedungpakuon, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Provinsi Bandar Lampung ini, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka, Rabu (30/10) kemarin.

“Dra Fida Apriana ditetapkan menjadi tersangka, setelah sebelumnya Direktur RSD Besemah, dr H Edy Kenedy,  ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi jasa kebersihan atau cleaning service dengan nilai kerugian negara Rp 468 juta,” ungkap Kapolresta Pagaralam AKBP Saut P Sinaga melalui Kasat Reskrim AKP Indarmawan MSi, Kamis (31/10).

Menurut Indarmawan, sejauh ini berkas tersangka dr Eddy Kennedi sudah dinyatakan lengkap (P21-red) dan akan dilimpahkan kepada pihak Kejaksaan Negeri Kota Pagaralam.

“Tersangka Fida Apriana sudah ditetapkan sebagai tersangka, tapi tidak dilakukan penahanan karena yang bersangkutan dalam kondisi sakit. Selain itu, ada jaminan dari pengacara yang bersangkutan, bahwa tersangka tidak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti (BB) maupun mengulagi perbuatan pidana lainnya,” kata dia.

Lebih lanjut ia mengatakan, adanya penetapan-penetapan tersangka berdasarkan hasil audit BPKP terhadap dugaan korupsi jasa kebersihan atau clening service (CS) senilai Rp1,09 miliar dengan kerugian negara Rp 468 juta.

“Setelah hasil audit BPKP keluar, kita  langsung menetapkan Direktur RSD sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan. Sebelumnya, kita sudah melakukan pemeriksaan awal terhadap keduanya berikut bersama puluhan saksi lainya,” kata Indarmawan seraya menambahkan sejauh ini keduanya sudah dilakukan penetapan sebagai tersangka dan akan dilakukan proses hukum lebih lajut.

Meski begitu, sambungnya, sejauh ini pihaknya tengah berupaya melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap sejumlah saksi lainnya guna mengungkap tersangka baru yang ikut terlibat dalam kasus dugaan korupsi jasa kebersihan pada RSD Besemah Kota Pagaralam tahun anggaran 2012.

“Kita tengah menunggu proses pemeriksaan lebih lanjut, guna mengungkap tersangka berikutnya,” kata Indarmawan.

Teks : Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *