PNS Pemkot Takut Berbicara

KPK

PALEMBANG, KS-Digeledahnya kediaman pribadi Wali Kota Palembang, Romi Herton dan diperiksanya sejumlah pejabat teras dilingkungan Pemerintah Kota (pemkot) Palembang oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengundang banyak perhatian warga tak terkecuali pegawai negeri sipil (PNS) dilingkungan pemkot.

Namun abdi negara ini, lebih memilih kasak-kusuk membicarakan persoalan tersebut secara diam-diam. Mereka takut berbicara terang-terangan, karena dianggap bisa membahayakan karir mereka.

Salah seorang PNS dilingkungan pemkot, yang tak mau namanya disebut ketika dibincangi Kabar Sumatera, Kamis (31/10), mengaku persoalan yang membelit petinggi di lingkungan pemkot tersebut sudah menjadi pembicaraan dikalangan PNS.

“Saya sendiri, tahunya dari media. Tetapi apa persoalannya, saya tidak tahu banyak. Yang saya tahu, katanya terkait pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Kota Palembang, April lalu. Tetapi banyak yang memilih diam, takut membicarakannya,” ungkapnya.

Apakah persoalan tersebut, menganggu aktivitas kerja dilingkungan pemkot ?, ia yakin tidak. Sampai saat ini jelasnya, tidak ada rutinitas kerja pemerintahan di pemkot yang terganggu. “Kalau itu menjadi pembicaraan, ya. Namun tidak sampai menganggu kerja. Tetapi secara pribadi, saya berharap persoalan ini cepat selesai,” ujarnya.

Sementara PNS lainnya dilingkungan pemkot, yang juga enggan disebutkan namanya mengaku, sudah mengetahui orang nomor satu di Palembang dan sejumlah pejabat pemkot diperiksa KPK.  “Sepengetahuan saya, jika ada pejabat yang diperiksa KPK berarti pejabat itu bermasalah. Tapi kita tidak bisa bicara banyak, takutnya berpengaruh dengan kita sendiri,” ucapnya.

Tetapi sambungnya, persoalan tersebut kini sudah menjadi pembicaraan dari mulut ke mulut diantara pegawai dilingkungan pemkot. Namun pembicaraan itu sifatnya, hanya dilakukan secara diam-diam dan diluar lingkungan pemkot. “Lebih baik, cari aman,” tukasnya.

Sebelumnya seperti diberitakan Kabar Sumatera, Selasa (30/10), penyidik KPK menggeledah kediaman pribadi Wali Kota Palembang, Romi Herton di Jalan Ki Rangga Wirasantika, Palembang.

Kurang lebih enam jam lamanya, penyidik dari lembaga anti rasuah itu ‘mengobok-obok’ kediaman Romi Herton. Rabu (31/10), giliran empat pejabat pemkot yang diperiksa penyidik KPK di Mako Brimob Polda Sumsel, di Jalan Srijaya Negara, Bukit Besar, Palembang.

Ke empat pejabat dimaksud adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Ucok Hidayat. Kemudian, Kepala Dinas Penerangan Jalan, Pertamanan dan Pemakaman (DPJPP) Alex Fernandus, Kepala Dinas Tata Kota Isnaini serta Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kota Palembang, Diankis Julianto.

Juru bicara KPK, Johan Budi yang dihubungi Kabar Sumatera menyebut penggeledahan dan pemeriksaan tersebut terkait dengan perkara dugaan suap dengan tersangka AM. “Sekitar pukul 15.30 WIB, pemeriksaan selesai dilakukan. Ada satu kardus berisi dokumen, yang disita penyidik,” kata Johan Budi seraya menerangkan, penyidik KPK juga jelasnya juga melakukan pemeriksaan di Kabupaten Empat Lawang dalam perkara yang sama.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *