PAW DPRD Muba Diminta Ditunda

Ilst. DPR

Ilst. DPR

PALEMBANG, KS-Proses penggantian antar waktu (PAW) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Musi Banyuasin (Muba) dari Partai Hanura, Hendri Utama ke Kahar Yusakar diminta ditunda.

Permintaan ini disampaikan anggota DPRD Muba, Hendri Utama, kemarin. Ia menyebut, ada beberapa alasan kenapa ia meminta proses PAW itu ditunda. Diantaranya, proses PAW tersebut masih dalam proses hukum. “PAW itu, saya gugat di PN Sekayu,” jelas Hendri.

Selain itu bebernya, proses PAW juga menyalahi prosedur. Sebab sesuai Peraturan KPU (PKPU) Nomor 2 tahun 2010, pasal 21 ayat 2 dijelaskan, PAW harus dilakukan berdasarkan nomor urut dibawahnya.

“Kalau memang harus ada pengganti lain, maka harus menyertakan SK pengunduran diri yang ditandatangani ketua umum. Lima orang caleg yang dibawah saya, memang sudah mengundurkan diri, namun surat pengunduran dirinya tidak dilampirkan dalam SK tentang PAW,”ujarnya.

Selain itu sambungnya, Kahar Yusakar, tidak berada di nomor urut dibawahnya. Kahar pun jelas Hendri, juga bukan caleg dalam daerah pemilihan (dapil) yang sama saat pemilihan umum legislatif (pileg) 2009 lalu.

“Saya berasal dari dapil III yakni meliputi Babat Toman, Plakat Tinggi, Sanga Desa dan Batanghari Leko. Sementara Kahar Yusakar yang ditunjuk sebagai pengganti saya, berasal dari dapil I yang meliputi Sekayu, Keluang, Sei Keruh,” ujarnya.

Namun tudingan itu dibantah oleh Ketua DPD Partai Hanura Sumsel, Arkoni saat dikonfirmasi, kemarin. Ia menyebut, sesuai aturan memang PAW harus caleg yang berada di nomor urut dibawah anggota dewan yang digantikan.

Tetapi jelas Arkoni, jika semua caleg yang berada di nomor urut dibawah anggota dewan yang digantikan semuanya sudah mengundurkan diri atau pindah partai, maka diperbolehkan penggantinya diambil dari caleg lintas dapil.  “Proses PAW itu, sudah lama. Itu sebelum saya menjabat sebagai Ketua DPD Hanura Sumsel. DPD juga, hanya menerima SK dari DPP,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, PAW tersebut didasarkan SK DPP Partai Hanura yakni SKEP/303/DPP-Hanura/III/2013 tertanggal 6 Mar 2013 tentang pemberhentian dari keanggotaan Partai Hanura atas nama Hendri Utama.

Surat ini kemudian, ditindaklanjuti DPD Partai Hanura Sumsel ke DPC Hanura Muba tentang PAW, dengan surat Nomor 110/DPD-Hanura/SS/VI/2013 tanggal 4 Juni 2013 yang ditandatangi Ketua DPD Hanura Sumsel.

“Kemudian ada persetujuan PAW dari DPP, melalui surat Nomor  A/150/DPP-Hanura/V/2013 tertanggal 30 Mei 2013 dan Surat DPC Hanura Muba ke KPU Muba dengan Nomor 258/DPC-Hanura/Muba/VI/2013,” tukasnya.

Teks    : Alam Trie Putra

Editor : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *