KPPT PALI Hari ini Resmi Dibuka

Kantor-Pelayanan-Perijinan-Terpadu-(KPPT)PALI | KS-Kabar gembira bagi masyarakat khususnya kalangan pengusaha yang biasa mengurus perijinan. Mulai hari ini, 1 November 2013 pengurusan perijinan tidak perlu lagi datang ke Muara Enim. Cukup datang ke  Perkantoran Pemkab PALI di KM 10.

Karena mulai hari ini, Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sudah dibuka dan siap melayani msyarakat. Demikian diungkapkan Junaidi Anuar, SE, Kepala Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten PALI kepada Kabar Sumatera (KS), di ruang kerjanya.

Menurut Junaidi, segala bentuk perijinan yang memerlukan ijin dari Pemkab sudah bisa dilakukan di kantornya. Sehingga warga tidak lagi perlu datang ke Muara Enim untuk pengurusan ijin. Sebagaimana selama ini dilakukan.

Adapun bentuk perijinan yang sudah bisa diurus antara lain, Surat Izin Tempat Usaha, SIUP, Tanda Daftar Perusahaan, Izin Mendirikan Bangunan, Izin Usaha, Izin Penyelenggaraan Kursus, Izin Peruntukan Penggunaan Tanah dan beberapa izin lainnya.

Mengenai retribusi yang dibebankan terkait pengurusan ijin tersebut, lanjut Junaidi, tetap mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) kabupaten Muara Enim. “Kita belum memiliki DPRD, jadi perda yang kita gunakan tetap perda Muara Enim. Tidak mungkin kita gunakan Perbup untuk membatalkan Perda,” ujarnya.

Meskipun dalam beberapa perda tersebut, retribusi yang mesti dibayar pengusaha sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi saat ini.  Nantinya pemasukan dari retribusi yang dibayarkan warga akan dimanfaatkan bagi pembangunan Kabupaten PALI.

Saat ini, KPPT Kabupaten PALI sedang menyusun Standar Operasional Pelayanan (SOP) terkait pengurusan izin yang akan dilayaninya. SOP itu nantinya juga akan mengatur standar waktu lamanya pengurusan, prosedur pelayanan, persyaratan termasuk kepastian  lamanya waktu pengurusan.

“Nanti dari SOP itu, setiap warga yang ingin mengurus izin, akan mengetahui berapa lama penyelesaian itu keluar. Tapi tetap melihat situasi ada tidaknya bupati yang menandatangani suratnya,” ujarnya. Junaidi menyadari bagi kalangan pengusaha, kecepatan waktu menjadi prioritas utama.

“Kita sudah membuat semboyan: kalau bisa hari ini kenapa harus besok. Artinya pelayanan yang diberikan adalah pelayanan terbaik dan tercepat. Kalu biso digaweke sekarang pasti kito gaweke. Tidak ada istilah menunda atau memperlambat,” tambahnya.

Guna mensosialisasikan pelayanan ini, pihaknya sudah memberitahukan kepada sejumlah pengusaha, kantor camat dan asosiasi pengusaha. Karena biasanya kalangan pengusahalah yang paling banyak memerlukan pelayanan perijinan ini.

TEKS / FOTO : INDRA SETIA HARIS

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *