Gergaji Sel, Tiga Tahanan Rutan Pakjo Kabur

Besi Sel Penjara

Besi Sel Penjara

PALEMBANG, KS – Rumah Tahanan (Rutan) Pakjo Palembang, dihebokan atas tiga pelaku kriminal, melarikan diri, Rabu (30/10 dini hari. Ketiga pelaku merupakan warga binaan Rutan Pakjo yang sedang menjalankan sidang.

Pristiwa kaburnya tiga tahanan tersebut, berawal dari petugas yang mengecek pada pagi harinya, petugas Rutan sangat keget melihat ketiga tahanan yang berada di dalam sel sudah menghilang. Ketiganya meloloskan diri dengan memotong besi sel tahanan menggunakan gergaji besi.

Hingga saat ini ketiga tahanan Rutan Pakjo ini masih dalam pencarian. Pihak rutan sendiri sudah membentuk tim khusus untuk melakukan pencarian terkait keberadaan ketiganya.

“Kita sudah koordinasi dengan Polresta Palembang, polsek yang menangkap mereka, hingga Polda Sumsel. Kita juga himbau kepada warga binaan yang kabur untuk menyerahkandiri,” kata Kepala Rutan Pakjo Palembang, Yulius.

Dari rekaman CCTV yang berhasil menangkap proses pelarian diri ketiga warga binaan ini diketahui mereka kabur dari jendela atas ruang tahanan. Jendela yang sebelumnya ditutupi sel tahanan yang terbuat dari besi batangan sudah dipotong salah satu warga binaan yang kabur dengan menggunakan gergaji besi. Adapun jumlah besi yang dipotong mencapai dua unit sehingga menghasilkan celah sekitar 30 sentimeter.

Setelah besi dipotong, para warga binaan yang diketahui bernama Jili Sajili (warga binaan kasus penganiayaan), Erlin (pencurian), dan Susanto (narkoba) ini mengikatkan kain panjang pada besi yang tidak mereka potong.

Satu per satu mereka memanjat kain itu dan keluar melalui celah dari sel yang sudah dipotong. Adapun jarak dari jendela itu dengan lantai ruang tahanan sekitar empat meter. Mereka yang berhasil keluar menunggu rekannya di sisi kanan ruang belakang tahanan.

Diduga, mereka menunggu di sana demi menghindari rekaman kamera CCTV, yang terpasang tepat di atas menara Pos 5 Rutan Pakjo. Ketiga warga binaan ini kabur dengan tidak mengenakan baju. Mereka bertelanjang dada. Diduga supaya bisa melewati celah sel yang mereka potong.

Saat ketiganya sudah berada di luar, mereka selanjutnya memanjat plafon ruang tahanan. Karena jarak dari tempat mereka berpijak dengan plafon masih sekitar tiga meter, mereka memanjat plafon dengan saling gendong.

Saat ketiganya sudah di atas plafon, mereka berlari secara menunduk menuju halaman depan Rutan Pakjo. Para tahanan berlari menunduk karena menghindari kawat berduri yang dipasang di sekeliling plafon. Ketiganya kabur dengan melintasi halaman bagian belakang rutan. Dari rekaman CCTV,  hanya 15 menit tahanan kabur.

Peristiwa ini tentu disesalkan oleh Kepala Rutan Pakjo Palembang, Yulius. Dikatakannya, kejadian ini memang berhasil terekam kamera CCTV rutan. Hanya saja, saat mereka kabur, tidak ada satu pun petugas jaga yang berada di menara Pos 5. Jika saja ada petugas, ketiga warga binaan ini pasti terlihat jelas memiliki itikat untuk kabur.

“Kita memang kekurangan personil petugas dengan jumlah warga binaan yang sudah over capacity. Bayangkan, dengan jumlah warga binaan sebanyak 1443, kita hanya memiliki 11 petugas jaga setiap malamnya,” kata Yulius.

Untuk mengatasi hal itu, lanjut Yulius, pihaknya meminta bantuan kepada polisi untuk kerja sama mengawal Rutan Pakjo Palembang. Atau, pihak terkait bisa melakukan penambahan petugas untuk melakukan pengwalan.

Terkait keberadaan gergaji besi, Yulius menduga salah satu warga binaan menyelundupkan gergaji ke dalam ruang tahanannya. Gergaji besi diselundupkan salah satu warga binaan usai yang bersangkutan menjalani sidang di PN Palembang dikarenakan ketiganya memang masih menjalani sidang dan belum vonis.

“Kami juga dapat kabar, salah satu sel tahanan di PN Palembang juga ada yang digergaji. Namun, sudah keburu berhasil diketahui petugas setempat,” kata Yulius.

Hingga saat ini, sel yang besinya dipotong masih belum diperbaiki. Yulius menjamin, sel itu akan segera diperbaiki supaya bisa kembali difungsikan seperti sedia kala.

Terkait warga binaan yang berhasil kabur, Yulius mengungkapkan ini bukan yang pertama kalinya. Beberapa tahun yang lewat, pernah ada warga binaan yang berhasil kabur. Hanya saja, ia kabur dengan memanfaatkan momen gotong royong, bukan memotong sel tahanan. Warga binaan yang kabur itu sudah berhasil kembali ditangkap.

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *