Dinkes : Klinik Swasta Berhak Tolak Pasien Miskin

Ilustrasi

Ilustrasi

LUBUKLINGGAU | KS – Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau melalui Kabid Pelayanan Dasar, Eli Rosidah membenarkan langkah klinik bersalin untuk menolak pasien yang mengajukan kartu Jamkesmas maupun jampersal.

Hal tersebut diungkapkannya menyikapi adanya pasien tidak mampu yang keberatan dengan biaya tinggi dan menggunakan kartu Jamkesmas atau Jampersal, Kamis (31/10).

“Bila klinik swasta memang belum atau tidak ada MoU dengan pemerintah berkaitan dengan perawatan bagi masyarakat miskin atau tidak mampu, maka mereka berhak menolak. Karena biaya perawatan murni dari pasien dan tidak ada bantuan dari pemerintah,” sambungnya.

Mengenai kasus kematian bayi yang baru dilahirkan sebagaimana diberitakan Kabar sumatera kemarin, Eli menjawab belum ada laporan dari puskesmas atas kematian bayi dari ibu yang melahirkan.

“Laporan tersebut biasanya akan dikirim dari Puskesmas daerah bersangkutan ke kami minimal satu bulan sekali,” katanya.

Sementara itu staf yang menangani Jamkesmas dan Jampersal, Yeti mengatakan dari data yang ada, Klinik Mama Sarah maupun bidan Mala memang tidak mengikuti program jamkesmas atau jampersal sehingga wajar mereka menolak pengajuan dari pasien (Syahir –red).

“Karena mereka tidak mengikuti Jamkesmas maupun Jampersal wajar mereka menolak, mengenai biaya perawatan itu juga hak mereka, namun bila persalinan normal, biaya hingga 5 juta termasuk mahal,” kata Yeti.

Yeti juga menyampaikan bahwa pihak dinas tidak bisa memaksakan Bidan Praktek Swasta (BPS) maupun klinik untuk mengikuti program Jamkesmas atau jampersal, “Kami sifatnya hanya menghimbau dan ada surat edaran agar BPS maupun klinik swasta ikut, tetapi hak mereka juga kalau tidak mau,” kata yeti.

Sisinyalir selama ini alasan BPS maupun klinik tidak ikut Jamkesmas atau Jampersal karena lambatnya pencairan klaim dari pemerintah, dibantah Yeti bahwa pencairan klaim baru bisa dimulai pada bulan Mei hingga akhir tahun.

“Pencairan klaim baru dapat dilakukan bulan mei keatas dalam setiap tahunnya. bila dibawah itu otomatis menunggu dulu hingga bulan mei,” ungkap yeti

Teks : Faisol

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *