Tangis Heni Hebohkan PN Palembang

Heni ibunda dari Muslim (7), nampak menangis histris di PN palembang

Heni ibunda dari Muslim (7), nampak menangis histris di PN palembang

PALEMBANG, KS – Merasa dipermainkan oleh pihak Kejari Palembang terkait jadwal sidang pembuhan Sadis, Heni selaku ibunda dari Muslim (7), kecewa bukan main.

Ibu dari korban pembunuhan sadis yang dilakukan Fredi itu menangis histeris tepat di depan ruang sidang karena kecewa tidak menyaksikan jalannya sidang pembunuh anak bungsunya itu.

“Kata jaksa, sidangnya Rabu (30/10) siang. Kami pun datang siang. Eh, tak tahunya sidangnya digelar Kamis (30/10/) pagi dan Fredi kini sudah dibawa kembali ke rutan sehingga saya tidak bisa memaki dirinya,” kata Heni, sambil menangis histeris.

Jerit tangis histeris Heni mengundang simpati pengunjung PN Palembang. Dengan sorot mata lirih, mereka menyaksikan Heni terkulai lemah di bahu kerabatnya sambil menangis dan menjerit histeris. Berulang kali, wanita berjilbab itu meneriakkan kalimat “Fredi tidak gila”. Setiap melihat jaksa yang melintas, Heni meminta supaya proses hukum terhadap Fredi terus dilanjutkan.

“Jangan hentikan sidangnya, Pak. Dia itu pembunuh keji yang pura-pura gila supaya tidak dipenjara,” kata Heni kepada seorang jaksa.

 

Desas-desus bahwa sidang Fredi akan dihentikan membuat ibu dua anak ini stres. Ia berharap, Fredi terus diproses secara hukum karena menurutnya Fredi tidaklah gila.

“Mana ada orang yang sudah nekat membunuh sadis seperti dia orang gila. Dia itu waras dan cerdas karena punya niat menghilangkan bukti dengan menghabisi nyawa anak saya,” kata Heni, yang terus didampingi oleh kerabatnya.

Takut terjadi apa-apa dengan kesehatan Heni, pihak keluarga memutuskan untuk pulang. Dengan di bawa dua kerabtanya, Heni berjalan lemas meninggalkan halaman PN Palembang. Ia pun siap untuk terus mengawal jalannya sidang Fredi hingga tahu berapa lama Fredi akan dipenjara.

Dari informasi di lapangan, Gunawan selaku jaksa tetap bertahan pada dakwaannya. Semula, sekitar sepekan silam, penasehat hukum Fredi mengutarakan eksepsi terkait dakwaan yang dibacakan Gunawan. Penasehat hukum menilai Fredi masih mengidap penyakit jiwa dan tak bisa diproses secara hukum.

“Dia juga sudah dewasa dan memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi. Jadi, saat dilakukan pemeriksaan kesehatan di RS Ernaldi Bahar Palembang, dia tidak harus didampingi keluarga, kecuali kalau dia masih anak-anak,” kata Gunawan.

Majelis hakim yang diketuai Benson menunda sidang usai pembacaan replik dari Gunawan. Sidang kembali digelar Kamis (31/10) dengan mendengarkan keputusan majelis apakah akan melanjutkan sidang atau menghentikan sidang dengan pertimbangan Fredi masih memiliki penyakit jiwa.

Fredi menghabisi nyawa Muslim di rumahnya yang berlokasi di Jalan Mayor Zein, Kelurahan Sungai Lais, Kecamatan Kalidoni Palembang beberapa waktu yang lalu. Fredi menyayat perut Muslim hingga ususnya terburai. Itu ia lakukan setelah menyodomi Muslim yang masih asyik bermain Playstation.

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah

Tangis Heni Hebohkan PN Palembang




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *