Kontigen AKSIOMA DAN KSM Ikuti TC

PALEMBANG | KS-Sebanyak 65 kontingen Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) dan kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat MI, Mts dan MA Kementerian Agama (Kemenag ) Sumatera Selatan di pastikan tiba di Wisma Sriwijaya, Pakjo Palembang, (31/10). Peserta dari 15 kabupaten/kota ini akan mengikuti Training Center (TC) persiapan lomba di Malang, Jawa Timur, 5-9 November 2013 mendatang.

Koordinator Aksioma cabang Seni Budiman Hasan mengatakan, kegiatan TC tersebut akan berlangsung dari tanggal 31-2 November 2013, dengan melibatkan pelatih (trainer) guru madrasah MI,Mts dan MA.

Ia menjelaskan bahwa TC ini, bertujuan untuk memberikan pengarahan terhadap pelatih dan asisten pelatih, para ofisial dan peserta yang akan mengikuti perlombaan AKSIOMA dan KSM yang akan digelar di Kota Malang.

“Dengan TC ini diharapkan semua peserta dapat memahami tata cara pelaksanaan AKSIOMA dan KSM  yang akan digelar di Kota Malang mendatang,” ujarnya.

Ketua kegiatan Training Center (TC), Ahmad Jainuri M.Pd mengatakan, ke- 65 peserta tersebut merupakan peraih juara satu pada Aksioma dan Kompetisi Sains dan Matematika (KSM) tingkat provinsi sumsel yang di gelar Kemenag Sumsel di MAN 3 Palembang, 21 – 25 Oktober lalu. Mereka adalah 54 peserta Aksioma dan 11 peserta KSM.

“Kita akan memberikan pelatihan terhadap kontigen agar pada saat mengikuti perlomban nanti mereka tidak mengalami kesulitan pada saat bertanding,” ujarnya.

Dia menambahkan, selain mengikuti perlombaan pada Aksioma dan KSM peserta juga diharapkan dapat meningkatkan keberanian dan kemandirian peserta didik dalam menumbuhkan bakat dan minat mereka.

“Selain itu juga kegiatan ini diharapkan sebagai ajang silaturahim antara siswa madrasah di Indonesia, mulai dari tingkat MI, MTs maupun MA baik yang negeri maupun swasta,” ujarnya.

Kepala Kemenag Sumsel, Drs H Najib Haitami, MM berharap, peserta Aksioma dan KSM yang akan di gelar di Malang nantinya agar dapat dijadikan ajang untuk mengembangkan potensi peserta didik pada bidang olahraga dan seni sebagai instrumen untuk mengukur kompetensi siswa dan mutu madrasah.

“Agar sesuai dengan tujuan, kegiatan ini hendaknya dilaksanakan secara jujur, transparan, dan sportif,” katanya.

TEKS : AMINUDDIN

EDITOR : ROMI MARADONA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *