BPBD Banyuasin Bentuk Tim Reksi Cepat

bpbd

BANYUASIN|KS-Untuk mewaspadai berbagai ancaman bencana alam seperti banjir, angin puting beliung, tanah longsor hingga kebakaran. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC).

Kepala Kesbangpol dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuasin, Harobin Mastofa menjelaskan dalam menghadapi kemungkinan bencana alam tersebut, tentunya butuh persiapan yang matang, termasuk membentuk TRC.

Dijelaskannya bahwa personil dari tim tersebut antara lain adalah SKPD terkait antara lain Dinas Kesehatan, PU Cipta Karya, Dinas Sosial, Dishutbun.

Mengingat bencana alam ini tak dapat diprediksi maka dari itu butuh kesiap-siagaan yang komprehensif,”  ungkap Harobin, saat menggelar rapat koordinasi penanggulangan bencana di Ruang Rapat Bupati, Rabu (30/10) kemarin.

Ia menambahkan, BPBD sudah terbentuk sekitar 1 tahun yang lalu. Untuk menghadapi musim penghujan dan cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini memang membutuhkan koordinasi dari SKPD yang terlibat. “Baik personil, hingga transportasi dan tanggap darurat di lapangan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Banyuasin Drs H Indra Hadi MM menjelaskan curah hujan tinggi diperkirakan berlangsung Desember hingga Februari. Saat itu sangat berpotensi terjadi bencana alam, banjir, angin puting beliung. Untuk daerah yang menjadi rawan banjir, yakni Kecamatan Rantau Bayur, Banyuasin III, Pulau Rimau dan Rambutan. Sementara, untuk kawasan perairan lebih rawan terjadinya pasang rob lantaran berada di kawasan pasang surut.
“Kawasan ini, harus menjadi perhatian tinggi. Yang pastinya, pasca bencana banjir ujungnya adalah ancaman muntaber, seperti yang pernah terjadi di Rantau Bayur tahun lalu,” jelasnya.

Untuk menghadapi bencana alam ini, Dinsos Banyuasin memiliki mobil tangki, motor trailer, kapal cepat, perahu karet, tenda, genset 10 ribu watt dan 3.000 watt termasuk pelampung.

“Untuk menghadapi bencana alam ini, yang kami keluhkan minimnya anggaran yang ada. Sementara segala bentuk bantuan, karena untuk kejadian tidak terduga. Apalagi, selama 2013 yang lalu bencana kebakaran yang kita berikan bantuan sebanyak 19 kejadian,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuasin SA Supriono mengatakan, potensi bencana banjir di Kabupaten Banyuasin cukup besar mengingat kondisi hutan yang ada di hulu sungai saat ini mengalami kerusakan yang sangat parah. Hingga menyebabkan curah hujann yang tinggi tak bisa lagi ditampung. Akibatnya air cukup besar dan membanjiri pemukiman penduduk.
“Yang sangat rawan banjir adalah Rantau Bayur, dari 21 desa, 19 desa diantaranya pasti terkena banjir. Termasuk bencana angin puting beliung, kekeringan hingga tanah longsor dan kebakaran. Tentunya daerah-daerah yang rawan ini harus diinventarisir, untuk meminimalisir korban jiwa dan harta benda,” tukasnya.

Teks : Diding Karnadi

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *