Berawal Dari “Nyayian” Sarimuda

Sarimuda

Sarimuda

PALEMBANG, KS-Pemerintah Kota (pemkot) Palembang, dalam dua hari terakhir menjadi sorotan publik. Itu semua karena kedatangan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka, Selasa (29/10), menggeledah kediaman pribadi Wali Kota Palembang, Romi Herton.

Rabu (30/10), giliran empat pejabat teras pemkot yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Ucok Hidayat. Kemudian, Kepala Dinas Penerangan Jalan, Pertamanan dan Pemakaman (DPJPP) Alex Fernandus, Kepala Dinas Tata Kota Isnaini serta Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kota Palembang, Diankis Julianto, yang diperiksa penyidik KPK di Mako Brimob Polda Sumsel, Bukit Besar, Palembang.

Kedatangan penyidik lembaga lembaga anti rasuah ini, berkaitan dengan dugaan suap dalam kasus pemilukada di Indonesia yang sempat ditangani Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) non aktif, Akil Mochar yang kini sudah menjadi tersangka dan ditahan oleh KPK.

Palembang ikut terseret, berawal dari nyayian mantan calon wali kota (cawako) Palembang, Sarimuda. Seperti yang diberitakan Kabar Sumatera sebelumnya, saat dibincangi di terminal kedatangan Bandara Sultan Machmud Badaruddin (SMB) II, Palembang, Jumat (4/10) lalu, Sarimuda  menyebut diduga ada aliran uang ke Akil.

“Sebelum sidang putusan MK terkait sengketa pemilukada Palembang, petugas bandara mendapatkan ada pegawai negeri sipil (PNS) Pemkot Palembang yang membawa uang dalam jumlah yang banyak ke Jakarta,” kata Sarimuda saat itu.

Ia menyebut uang itu, disimpan dalam banyak koper. Diprakirakan uang tersebut menurut Sarimuda, jumlahnya antara Rp7 miliar sampai Rp8 miliar. “Saat ditanya petugas bandara, untuk apa uang itu. Di jawab mereka, untuk membeli alat berat. Tetapi itu tidak mungkin, karena untuk pengadaan alat berat harus melalui tender,” jelasnya.

Lalu kemana uang miliaran rupiah dari Palembang yang dibawa ke Jakarta itu ?, hal inilah kata Sarimuda yang perlu diselidiki. Ia sendiri sebutnya sudah melaporkan hal itu ke KPK. KPK sebutnya, sudah berjanji akan menindaklanjuti laporan itu.

“Mudah-mudahan dugaan suap, yang terjadi dalam pemilukada Palembang bisa terungkap. Sehingga siapa yang menang, adalah orang yang benar-benar dipilih rakyat,” ucapnya.

Namun saat dimintai komentar, Selasa (29/10), Sarimuda enggan memberikan komentar terkait penggeledahan yang dilakukan tim penyidik KPK di kediaman pribadi Romi Herton. “Saya berada di Jakarta, saya tidak mau berkomentar terhadap ini,” tukasnya.

Teks     : Dicky Wahyudi
Editor  : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *