Bank Mandiri Bidik Pengrajin Tanjung Batu

bank-mandiri

INDERALAYA|KS-Upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan perbankan, dan bentuk dukungan terhadap inisiatif Bank Indonesia (BI) terkait program financial inclusion, Bank Mandiri menggelar edukasi dan aktivasi layanan branchless banking, dipusatkan di Desa Limbang Jaya, Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir (OI), Rabu (30/10).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh  Vice President Bank Mandiri/Deputy Regional Manager I Kantor Wilayah II Palembang Ratmoko Hadi, hadir Kepala Perwakilan BI Wilayah VII Syailendra, Sekcam Tanjung Batu M A Hadi, Kades Limbang Jaya dan beberapa Kades lainnya serta ratusan nasabah.

Ratmoko Hadi mengatakan, konsep Branchless banking atau teknologi perbankan tanpa kantor cabang, yang menggunakan nomor telepon sebagai nomor rekeningnya telah melakukan serupa di Losari, Cirebon Jawa Barat.

“Hari ini (kemarin) konsep ini kita perkenalkan kepada masyarakat Kecamatan Tanjung Batu
Kabupaten Ogan Ilir,” ujarnya.

Menurutnya, ada beberapa alasan  Kecamatan Tanjung Batu menjadi sasaran layanan ini, karena dengan jumlah penduduk yang mencapai 40 ribu jiwa, banyak sekali kegiatan home industri, mulai dari tenun songket, pengrajin aluminium, emas, pandai besi, pertanian dan perkebunan  dan lainnya yang membutuhkan layanan perbankan dengan mudah.

’’Teknisnya cukup mudah, masyarakat cukup mendaftar maupun ransaksi tunai seperti setor dan tarik, beli pulsa serta transfer uang, termasuk transaksi yang sifatnya non tunai dapat dilakukan
sendiri oleh nasabah melalui hanphone, sedangkan untuk transaksi tunai dapat dilakukan melalui unit perantara layanan keuangan (UPLK) atau agen yang kita tunjuk yakni Iswadi dan Sobri,’’ terang Ratmoko seraya mengatakan, layanan ini  menggandeng tiga operator seluler seperti Telkomsel, XL dan Indosat.

Ratmoko menambahkan,  sebagai salah satu dari lima bank yang turut serta melakukan uji coba BI yang telah dimulai pada Mei 2013 lalu, Bank Mandiri ingin turut berparfisipasi dalam meningkatkan financial inclusion denganmemperluas layanan perbankan kepada masyarakat yang belum tersentuh layanan keuangan.

“Layanan Branchless Banking  saat ini menggunakan produk mandiri e-cash yang merupakan produk e-money based. Untuk tahap awal produk ini memiliki fitur penyetor uang tunai di agen, transfer, penarikan uang tunai di agen dan ATM serta pembelian pulsa. Kedepan produk ini akan memiliki fitur tambahan seperti pembayaran tagihan listrik, pembelanjaan ditoko toko dan lainnya,’’ ungkap
Ratmoko seraya mengatakan layanan fitur ponsel, bisa juga diakses melalui *141*6#.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Wilayah VII Syailendra mengatakan, berdasarkan riset bank dunia, hanya 20 persen dari orang dewasa di Indonesia yang memiliki rekening di lembaga keuangan formal, dan berdasarkan sorvei neraca rumah tangga BI tahun 2011, hanya 48 persen rumah tangga yang memiliki tabungan di bank, LKBN dan non lembaga keuangan, ini membuktikan banyak sekali masyarakat indonesia yang belum mengenal perbankan, penyebabnya keterbatasan perbankan yang melayani masyarakat yang jauh dari pusat kota.

“Kita memberikan apresiasi terhadap Bank Mandiri yang dipercaya  untuk melaksanakan branchless banking, diharapkan layanan perbankan dapat tercapai hingga pada masyarakat yang jauh
dari pusat kota,’’ kata Syailendra.

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *