Sekilo Kurma Rp 50.000

Salah satu stand penjual oleh-oleh dan souvenir di Asrama haji Palembang. / Foto : Iwan Cheristian

Salah satu stand penjual oleh-oleh dan souvenir di Asrama haji Palembang. / Foto : Iwan Cheristian

PALEMBANG KS – Musim haji mulai berakhir. Beberapa penjual oleh-oleh haji di seputaran Asrama Haji Palembang pun tampak ramai. Bagi yang tak mau repot, tak perlu membeli oleh-oleh di Tanah Suci. Di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, berseliweran pedagang yang menjual beragam oleh-oleh khas haji.

Air zam-zam menjadi oleh-oleh pokok bagi jamaah haji. Selain itu juga ada Kurma, kacang arab, pacar Makkah. Buah kurma, buah khas timur tengah menjadi salah satu oleh-oleh yang paling banyak diburu. Selain karena khasiat dari buah tersebut, buah kurma juga lebih murah dibanding dengan oleh-oleh suvenir.

“Biasanya pembeli lebih milih oleh-oleh makanan seperti kurma karena lebih murah dibandingkan dengan souvenir,” kata Nyonya Ratna di Asrama Haji Palembang.

Sejak pekan ke-4 Oktober ini, Ratna menjual buah tangan dari tanah suci seperti sajadah dengan kisaran Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu per kodi .Untuk kurma california adalah salah satu kurma dengan kualitas yang paling baik dan harganya pun lebih mahal. Tidak perlu khawatir untuk anda yang memiliki budget yang terbatas. Masih banyak pilihan kurma-kurma yang dapat anda beli.

“Kalau kurma aku jual per kilonya Rp 50 ribu, kacangnya Rp 45 ribu perkilo, dan air zam-zam dijual Rp 300 per 10 liter. Selain itu ada juga pakaian gamis dan jubah yang kita jual,” tambahnya.

Selain itu, masih ada makanan macam lain yang bisa anda jadikan untuk oleh-oleh. Misalnya kacang arab atau kismis. Harganya puluhan hingga ratusan ribu perkilo. Tidak perlu khawatir, biasanya penjual akan menawarkan harga grosir jika anda membeli dengan jumlah banyak.

Ratna berkata, permintaan oleh-oleh haji tersebut sampai saat ini meningkat dan diperkirakan akan berlangsung hingga kepulangan terakhir jamaah haji. Ia juga mengetahui  adanya pengurangan kuota haji dan para jamaah juga dilarang membawa oleh-oleh dari Arab melebihi kapasitas muatan.

“Karena kita baru buka hari ini, jadi pembeli belum terlalu ramai datang ke sini. kita tunggu saja sampai beberapa hari ke depan sampai jamaah yang terakihr kali pulang, biasanya dagangan kami banyak yang terjual alhamdulillah,” ucapnya seraya bersyukur.

Sementara Irawan (41) warga Palembang bertutur, sengaja membeli oleh-oleh khas haji untuk bapak dan ibunya yang berangkat ke tanah suci. Karena merasa kasihan denan orangtuanya yang dirasakan sudah repot membawa koper dan tas jika harus ditambah dengan oleh-oleh dari mereka lagi.

“Oleh-oleh haji tersebut dibeli di sini agar meringankan beban bapak dan ibu, karena kami merasa perjalanan menunaikan ibadah haji yang cukup capek ditambah lagi membawa peraltan haji seperti tas dan koper, maka tidak perlu lagi membeli oleh-oleh di sana karena sudah kami siapkan dari sini,” ungkapnya.

Teks:Imam Mahmudz

Editor:Rinaldi Syahril




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *