Pelajar SMA Sodomi Bocah SD

Foto : Oscar Rizal KS

Foto : Oscar Rizal KS

PALEMBANG, KS – Seorang bocah kelas dua Sekolah Dasar (SD) berinisial MY (8), warga Jalan Kancil Putih II, RT 37 RW 10, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, disodomi oleh tetangganya sendiri berinisial DD (17), pelajar SMA.

Ironisnya, aksi bejat itu dialami korban sebanyak dua kali dengan ancaman akan dipukul. Bahkan, saat melakukan aksi yang keduanya, pelaku mengajak tiga temannya untuk menyodomi korban.

Lantaran diancam, korban tidak berani untuk menceritakan orang tuanya. Korban baru berani bercerita ke guru di sekolahnya. Lalu gurunya menceritakan ke orang tuanya.

Mendapat cerita itu ibu korban berinisial NI (35), tidak terima dengan apa yang dialami anaknua, kemudian memutuskan untuk melaporkan peristiwa bejat itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel.

Dalam laporan Polisi bernomor LPB/693/X/2013/Sumsel, diceritakan aksi sodomi itu pertama kali dilakukan pada Trabu (17/10) sekitar pukul 08.30 WIB, tak jauh dari rumah mereka di Skateboard, Kijang Mas, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan IB I Palembang.

Hanya berselang beberapa hari kemudian, pelaku DD kembali mengulangi perbuatan lagi di dalam hutan tak jauh dari lokasi pertama. Bahkan pelaku DD juga mengajak ketiga temannya untuk menyodomi korban. Lalu pelaku dan ketiga temannya memaksa korban untuk disodomi.

Usai melakukan perbuatan bejatnya, pelaku sempat ingin memberi korban uang sebesar Rp10 ribu, namun uang itu ditolak korban. Kemudian pelaku mengancam korban akan memukulnya jika menceritakannya ke orang tua korban.

“Anak aku ini takut kalau menceritakannya ke aku. Tapi untungnya anak aku bercerita ke guru disekolahnya, dan gurunya itu menceritakan ke aku. Setelah dapat cerita itu, aku langsung menanyakannya ke anak aku dan diakuinya, bagaimana pelaku menyodominya,” ucap NI usai melapor di SPKT Polda Sumsel, Selasa (29/10).

Setelah mendengar langsung pengakuan dari anaknya, lanjut NI, dirinya langsung shok dan tidak percaya. Akhirnya dirinya dan keluarganya memutuskan untuk melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

“Anak aku hanya kenal dengan pelaku DD saja, sedangkan tiga orang lainnya tidak kenal. Keempat orang itu semunya menyodomi anak aku. Kami ini tetangga dengan DD, dan setiap kali bertemu dengan aku DD selalu menunduk dan tidak berani melihat aku. Rupanya DD sudaah menyodomi anak aku. Yang jelas kalau bisa polisi menanagkap pelaku, kalau bisa ‘anunya’ (kemaluan, maaf red) dibakar saja,” tutur NI kesal.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol R Djarod Padakova membenarkan jika pihaknya telah menerima laporan tersebut. Saat ini laporannya sudah diteruskan ke bagian Reskrim untuk di tindak lanjuti.

“Laporannya masih dalam penyelidikan. Jika terbukti, maka pelaku bakal dijerat dengan Undang-undang No 23 tahun 2002 tentang pelindungan anak yang ancaman hukumannya 15 penjara,” pungkas Kombes Djarod.

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *