Panglima TNI Jamin TNI Akan Netral

-Pemilu 2014-

 

HL-9

Panglima TNI,Jenderal TNI Moeldoko Saat Memberikan Keterangan Pers Perihal Netralitas TNI pada Pemilu 2014. Foto : Junaedi Abdillah KS

Inderalaya, KS – Pesta demokrasi di Indonesai yakni Pemilihan Umum (Pemilu), tahun 2014 untuk menentukan siapa yang akan duduk di kursi dewan hingga Pemilihan Presiden (Pilpres) hanya menyisakan enam bulan lagi.

Geliat pesta demokrasi lima tahunan ini sudah merebak. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya bendera parpol yang dipasang masing-masing calon untuk merebut simpati warga.

Selain itu, para Calon Legislativ (Caleg), sudah mulai bergerilya ke lapangan, turun ke pelosok-pelosok desa, memperkenalkan diri agar dapat dipilih rakyat.

Untuk itu, demi menjaga netralitas, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilarang terlibat dalam Pemilu 2014 mendatang.

Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko menegaskan, jelang pemilu 2014 mendatang, netralitas TNI sangat dibutuhkan guna kelancaran jalannya pesta demokrasi tersebut. Bahkan Panglima TNI Jendral Moeldoko memberikan jaminan atas kenetralitasan tersebut

“Ya, setiap ada kesempata kami menegaskan bahwa TNI akan menjaga netralitas pemilu. Sudah berulang kali saya sampaikan dalam berbagai kesempatan soal pemilu jangan khawatir,” ucapnya disela-sela penanaman jagung dan padi bersama Bupati OI H Mawardi Yahya di Komplek Perkantoran Terpadu Desa Tanjung Senai Kecamtan Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir (OI), Selasa (29/10).

Jenderal TNI Moeldoko menambahkan, kenetralitasannya anggota TNI jangan diangkap remah. Menurutnya, jika ada anggota TNI yang terlibat dalam pileg maka pihaknya akan menindak tegas oknum tersebut.

“Kalau ketahuan akan ditindak tegas. Yang jelas TNI netral sebagai alat ketahanan negara. Kita ingin pemilu berjalan baik dan lancar,” katanya.

Menurutnya pesta demokrasi 9 April mendatang harus berjalan lancar dan aman, sehingga dapat menghasilkan pemimpin bangsa yang amanah, baik, bertanggungjawab. Sementara saat disinggung soal maraknya aksi illegal tiiping di beberapa wilayah Sumsel, trmasuk OI, Jendral Moeldoko mengatakan hal tersebut sangat bertentangan dengan aturan, sehingga bisa dikenakan sanksi hukuman.

“Bahkan jika ada oknum yang terlibat pasti ditindak tegas, kalau disini kita suruh pangdamnya menyiapkan tempat bagi oknum yang terlibat untuk diberikan sanksi hukuman sesuai aturan. Ya sanksi tegaslah,” ujarnya.

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *