Harga Racun Naik, Petani Menjerit

petani

Petani. / Foto : Google Image

BANYUASIN, KS – Para petani di Kabupaten Banyuasin khususnya di Kecamatan Muara Padang menjerit  dengan naiknya harga insek dan herbisida yang terjadi sejak beberapa hari ini.

Kenaikan tersebut membuat para petani memutar otak dengan cara menghemat penggunaan racun untuk menghadap musim tanam tahun ini.

Subagio (50), petani Desa Daya Utama, Kecamatan Muara Padang mengatakan, dengan imbas dari kenaikan harga racun berdampak pada pengeluaran tambahan, karena kenaikan harga cukup banyak.

“Rata-rata harga racun naik 20-30 persen, seperti racun Herbisida  satu minggu lalu masih Rp 50 ribu/liter, kini sudah Rp 70 ribu/liter. Ini baru racun yang naik belum lagi harga pupuk mungkin akan naik juga,” jelasnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga racun, belum berbading lurus dengan harga beras. Harga beras di Kecamatan Muara Padang, Kabuapten Banyuasin ketika panen raya biasanya turun paling hanya Rp 6500/ Kg.

Kondisi padi saat ini sedang perlu banyak biaya seperti memberi pestisida dan herbisida untuk mengendalikan hama dan jamur, dengan biaya yang cukup mahal petani beraharap harga beras sebanding dengan harga racun.

“Seringkalai harga beras naik turun tak menentu mengikuti musim, kalau musim paceklik harga beras pasti naik, sementara saat musim panen tiba-tiba harga beras turun dengan mudahnya, paling mahal musim panen Rp 5000/Kg,” katanya.

Senada dikatakan Nursidah  petani Desa Margo Sugihan Muara Padang. Dirinya berharap agar pemerintah ikut terlibat memperhatikan harga-harga racun dipasaran, sehingga kenaikan harga racun bisa terkendali tidak seperti sekarang ini.

“Kita berharap ada sidak ke toko-toko pertanian, sehingga harga-harga racun seperti herbisida dan insektisida bisa terkendali,” tukasnya.

Teks : Diding Karnadi

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *