Dana Transport Pilkada Diduga Lenyap

Ilus : Dana Lenyap. Foto : IST

Ilus : Dana Lenyap. Foto : IST

BANYUASIN, KS – Miliaran dana transportasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada), Kabupaten Banyuasin untuk  Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kabupaten Banyuasin, diduga lenyap.

Hal itu terungkap saat rapat Komisi I DPRD Banyuasin dengan PPS,PPK, dan sekretaris KPUD Banyuasin, Selasa (29/10).

Indra, salah seorang PPS Desa Rantau Bayur mengakui, dana transport  selama delapan bulan bekerja hanya dibayar dua bulan. Menurutnya, ada selisih atau tunggakan selama enam bulan yang belum dibayarkannya.

“Ya, ada enam bulan lagi yang belum dibayar. Gimana nasibnya dan ini harus diperhatikan,” katanya

Ia menambahkan, dalam satu bulan dirinya mendapatkan uang transport yakni Rp 1,8 juta perbulan. Namun sayangnya, selama delapan bulan bekerja, dirinya baru dibayar dua bulan. “Yang dibayarkan ke kami hanya dua bulan, yakni Maret dan Mei,” tambahnya  yang di iyakan oleh puluhan anggota PPS.

Hal serupa juga dikatakan oleh Junaidi anggota PPS dari Kelurahan Kenten Talang Kelapa.  Menurutnya profesi sebagai PPS telah dilakoninya sejak tahun 90an dan baru kali ini dana transport tidak dibayarkan setiap bulan. “Seharusnya uang transport itu diberikan setiap bulan,” katanya.

Sementara itu ketua Komisi I DPRD Banyuasin Suistiqlal mengatakan, dari hasil keterangan PPS dan PPK dapat disimpulkan terjadi pemotongan dana PPS. Diduga pemotongan itu terjadi di 304 PPS se Banyuasin. “Bila dikalikan 304 desa jumlahnya bisa miliaran,” ungkapnya.

Namun, dia mengimbau kepada para anggota PPS dan PPK agar permasalahan itu bisa diselesaikan secara musyawarah, jangan sampai ada yang dirugikan. “Kalau bisa masalah in cukup diselesaikan di sini, jangan sampai mencuat ke ranah hukum,” tukasnya

Teks : Diding Karnadi

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *