Cinde tak Lagi Cindo

Cinde-Cindo

ILUS : Cinde

PALEMBANG, KS – Kondisi Pasar Cinde, kini tak lagi se cindo dulu. Pasar tersebut, terkesan kumuh, kotor dan sembrawut. Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang sendiri, berencana akan meremajakan pasar tersebut.

Direktur PD Pasar Palembang Jaya, Apriadi Surya Busri beberapa waktu lalu menyebut,  pemkot berencana meremajakan Pasar Cinde.  Dana pun telah disiapkan Rp100 miliar.  “Peremajaannya butuh dana Rp100 miliar, dana itu kita harapkan bisa didapatkan dengan cara pinjaman dari investor,” jelas Apriadi beberapa waktu lalu.

Nantinya pasar tersebut, akan di renovasi. Renovasi itu dilakukan karena  kondisi bangunan pasar itu yang sudah tua dan kumuh. Peremajaannya kata Syaefuddin, tidak akan menghilangkan fungsi pasar tersebut sebagai pasar tradisional. “Pasar Cinde, akan diremajakan. Awalnya kita akan membangunnya menjadi lima lantai, namun kita kembangkan menjadi delapan lantai,” jelasnya.

Pembangunannya pun diserahkan ke investor. Namun ia tidak bisa memastikan, kapan renovasi itu dilakuan. “Peminat banyak, namun banyak penghambat. Misalnya soal lahan, relokasi pedagang. Ada juga yang menganggap Pasar Cinde, adalah cagar budaya seperti Benteng Kuto Besak,”sebutnya.

Untuk relokasi pedagang, rencananya menurutnya  ada beberapa tempat yang menjadi alternatif. “Ada 800 pedagang di Pasar Cinde saat ini, rencananya akan di relokasi ke tiga tempat tersebut jika Pasar Cinde jadi di remajakan,” ujarnya.

Sementara, Wali Kota Palembang, Romi Herton menyebut pemkot telah menyiapkan dua lokasi untuk menjadi pasar sementara, selama pasar lama direnovasi. Dua lokasi tersebut adalah eks Bioskop Cineplex dan Lapangan Hatta.

“Saat ini, kami baru menyiapkan dulu lahan untuk menampung pedagang pasar selama renovasi dilakukan. Untuk pedagang di Pasar Cinde, kita siapkan di eks Cineplex atau Lapangan Hatta. Sementara untuk pedagang di Pasar 16 Ilir, kemungkinan kita pakai pelataran di Pasar 16 Ilir,” kata Romi.

Ia menerangkan, dalam revitalisasi pasar tersebut akan diusung konsep perpaduan antara pasar tradisional dan pasar modern. “Saat ini feasibility study (FS) tengah dilakukan. Pasar tersebut, akan dilengkapi sejumlah fasilitas. Gedungnya akan modern, sehingga multi fungsi. Nantinya akan terintergrasi dengan monorel, yang akan dibangun Pemprov Sumsel,” kata Romi.

Teks     : Dicky Wahyudi

Editor  : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *