Timsel Didemo dan Disomasi

kpu

PALEMBANG, KS-Keputusan tim seleksi (timsel) komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palembang, Jumat (20/10) lalu tentang 20 nama calon komisioner  yang lolos ke tahapan seleksi selanjutnya, mendapatkan penolakan.

Penolakan ini dilakukan sekelompok mahasiswa, yang menamakan dirinya  Aliansi Pemuda Rakyat Demokrasi Penyelamat KPU.  Dalam aksinya, Senin (28/10) di DPRD Sumsel, mereka mendesak Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), KPU RI dan KPU Sumsel untuk membatalkan keputusan tim seleksi (timsel) Nomor 21/Tim-Sel.PLG/X/2013.

Dalam putusan itu menurut koordinator aksi (korak), Muharrom Hidayatullah, timsel telah menetapkan 20 nama yang lulus dalam tahapan seleksi yakni tes tertulis, kesehatan, dan psikologis. “Namun diduga, hasil seleksi itu tidak objektif dan rasional. Karenanya kami minta dibatalkan,” kata Muharrom.

Seleksi calon komisioner KPU Kota Palembang ini menurutnya, sejak awal sudah bermasalah. Misalnya, saat pembentukan timsel ada kesan KPU Sumsel memaksakan 5 nama timsel tersebut. Dari lima nama timsel, ada satu nama yang tidak masuk dalam 10 nominasi timsel. “Tetapi tiba-tiba nama tersebut, masuk dalam timsel,” ungkapnya.

Kemudian sebut Muharrom, hasil pantauan mereka saat pengambilan urine tidak ada pengawalan dari pihak kepolisian atau lainnya. Tempat penyimpanan urine dan darah pun, tidak di jaga bukannya dibawa langsung ke labortorium. Sehingga bisa saja diubah atau ditukar samplenya.

“Saat tes psikologi, tempat dan fasilitas tidak kondusif. Begitu juga ketika tes tertulis FGD dan wawancara, panitia tidak dibekali alat dokumentasi agar panitia dapat menilai kelayakan peserta tes secara objektif, rasional dan tanpa rekayasa,” ucapnya.

Sementara itu, dibincangi terpisah salah satu calon komisioner KPU Kota Palembang, Komar Heryanto, mensomasi timsel dan KPU Sumsel. Komar menuntut timsel meminta maaf secara terbuka di media cetak lokal selama tiga hari berturut-turut.

Ia juga mendesak, KPU Sumsel membatalkan keputusan timsel yang menetapkan 20 nama timsel calon komisioner KPU Kota Palembang. KPU Sumsel juga dituntut membubarkan timsel saat ini.

Semua desakan itu sebut Komar, didasarkan atas kecerobohan dan tidak profesionalnya kerja timsel sehingga menyebabkan ia mengalami kerugian. “Saya adalah salah satu peserta seleksi, calon komisioner KPU Kota Palembang. Dalam seleksi, saya diberi nomor urut peserta 145,” jelas Komar.

Selama tahapan seleksi, nomor urut itulah yang dipakai dan dicantumkan dalam lembaran jawaban. Nomor urut ini juga ungkapnya, tercantum dalam tanda peserta seleksi yang wajib dipakai oleh semua calon komisioner, saat seleksi berlangsung.

“Namun saat pengumuman 20 besar, calon komisioner KPU Sumsel yang disampaikan timsel di media cetak lokal,  nomor peserta 145 dinyatakan lulus. Tetapi nomor peserta 145 itu, bukan atas nama saya melainkan nama M Novriansyah,” ucapnya.

Kondisi ini, menimbulkan indikasi kecurangan. “Untuk itu saya, melayangkan somasi ke timsel. Mereka harus merevisi putusan itu, dalam dua hari kedepan. Jika tidak saya akan menempuh jalur hukum,” tukasnya.

Teks     : Dicky Wahyudi
Editor  : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *