Polisi Gelar Rekon Pembunuhan Supoter SFC

Rekonstruksi pembubuhan suporter SFC

Rekonstruksi pembubuhan suporter SFC

PALEMBANG, KS – Kapolsekta IT II Palembang menggelar rekonstruksi atas terbunuhnya Kaharuddin, pelajar SMK oleh para pemuda beberapa waktu lalu. Rekosntruksi tersebut dengan 22 adegan.

Reka ulang pembunuhan berawal ketika tersangka berkumpul di Jalan Dr M Isa, Kelurahan  Duku, Kecamatan IT II Palembang yang tertuang pada adegan pertama.

Kemudian puncaknya pada adegan ke-12 saat Febri mengayunkan pedang ke bagian kepala korban. Setelah itu dilanjutkan dengan menendang motor korban hingga terjatuh dan kemudian mengulangi kembali bacokan ke kepala korban sebanyak dua kali.

Adegan diakhiri dengan anggota kepolisian mendatangi TKP dan mengejar tersangka yang ternyata masih berkumpul tidak jauh dari TKP yakni di Jalan Dr M Isa, Lorong Langgar kemudian mengamankan tiga tersangka dan membawa korban ke RSMH namun korban tak tertolong lagi.

Tiga dari empat pelaku pembunuhan yang menyebabkan tewasnya korban Kaharudin (14) digelandang ke Mapolsek IT II pada Minggu (20/10) sekitar pukul 04.00 WIB menjelang waktu fajar di Jalan AKBP Cek Agus Simpang Golf Kecamatan IT II Palembang.

Ketiganya adalah Rio Julianyah (13), warga Jalan Mawar Kelurahan Sialang Sako, Firman (14) warga Jalan Yoka lorong  Pancasila Sako dan Iqbal (14) warga Jalan Batang Hari III Kelurahan Lebong Gajah Kecamatan Sematang Borang. Dan satu orang bernama Febri yang telah dinyatakan sebagai buronan kepolisian sektor IT II Palembang.

Modus pembunuhan korban Kaharuddin yang merupakan warga Jalan Indra Giri,  NO 222, RT49n RW17, Kelurahan Sialang Sako Palembang dan sekaligus tercatat sebagai salah satu pelajar SMK di kota Palembang tersebut diduga saling ejek antara kelompok yang mengatasnamakan dirinya sebagai Sriwijaya Mania Golf (Esman) dan Singa Perum Mania (Sperma).

Dihadapan penyidik, ketiga tersangka mengaku mengikuti kelompok sporter Esman bersama Febri (DPO). Sementara korban diduga kelompok Sperma. Dihadapan penyidik, ketiga tersangka mengaku mengikuti kelompok sporter Esman bersama Febri (DPO). Sementara korban diduga kelompok Sperma.

Sebelum kejadian naas terjadi, kelompok Sperma diduga mengejek kelompok Esman dan puncaknya terjadi di Minggu (20/10) dini hari  di Jalan AKBP Cek Agus Simpang Golf Kecamatan IT II Palembang.

Sebagaimana biasa pada malam minggu sesama kelompok kumpul-kumpul bersama rekan lainnya di kawasan Bukit Golf. Namun sayang, ketika itu korban bersama temannya Haidir melintas di TKP dengan menggunakan sepeda motor merk Yamaha Vega R warna Biru. Tanpa sengaja korban menyenggol sepeda motor Febri (DPO) yang saat itu menuju bukit golf untuk kumpul bersama rekan kelompok Esman lainnya.

Lantaran emosi kepada kelompok Sperma dan menganggap korban sebagai kelompok lawannya itu ditambah telah menyenggol kendaraan miliknya saat mengendarai, DPO langsung gelap mata dengan menendang korban hingga tersungkur bersama temannya. Sementara itu temannya Haidir menyelamatkan diri dengan lari dari TKP.

Disimpang Golf tersebut aksi pembunuhan terjadi. Saat korban tersungkur DPO langsung mengeluarkan senjata tajam jenis pedangnya dengan menghujamkan kebagian kepala belakang, kepala bagian samping kiri dan kanan.

Tak lama kemudian teman DPO yakni ketiga tersangka datang dan ikut memukul dan menendang korban. Akibatnya, korban mengalami 3 luka bacok bagian kepala belakang samping kiri dan kanan serta luka lebam di sekujur tubuhnya.

Usai melakukan penganiayaan DPO melarikan diri sementara ketiga tersangka berkumpul di Jalan dr M Isa lorong Langgar Kecamatan IT II Palembang. Sedangkan korban ditemukan warga kemudian dilarikan ke RSMH Palembang untuk mendapat pertolongan. Namun malang, korban tak tertolong lagi akibat luka bacok yang cukup parah.

Mendengar kejadian tersebut, anggota kepolisian langsung melakukan pengejaran kepada keempat pelaku dengan sebelumnya melakukan olah tempat kejadian perkara.

Alhasil, ketiga tersangka yang masih berkumpul di Jalan Dr M Isa, lorong Langgar berhasil diringkus sekitar pukul 04.00 WIB atau tiga jam setengah usai kejadian penganiayaan dan kemudian  dibawa ke Mapolsek untuk menjalani hukumannya. “Kami Cuma memukul saja pak. Febri (DPO, red) yang bacok si Kaharuddin memakai pedang,” kilah tersangka Iqbal.

Kapolsekta IT II Palembang, Kompol Yoga Bagaskara, melalui Kanit Reskrim, Iptu Sabur, membenarkan adegan rekonstruksi itu. Rekonstruksi digelar sebagai bentuk kelengkapan berkas sebelum ketiga tersangka diserahkan ke pihak kejaksaan untuk menjalani sidang.

“Kita gelar di Mapolsekta supaya menghindari kemacetan di lokasi kejadian. Untuk para DPO, hingga saat ini masih kita cari keberadaannya,” kata Sabur

Teks/foto : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *