Pemuda Tewas Ditembak Perampok

Kejadian tragis itu dialaminya, Senin (28/10), sekitar pukul 02.30 di Dusun Talang Kutih, Desa Sukarjara, Inderalaya usai menyaksikan Orgen Tunggal (OT), di Desa Ulak Segelum, Inderalaya.

Kejadian tragis itu dialaminya, Senin (28/10), sekitar pukul 02.30 di Dusun Talang Kutih, Desa Sukarjara, Inderalaya usai menyaksikan Orgen Tunggal (OT), di Desa Ulak Segelum, Inderalaya.

INDERALAYA|KS-Naroni (23), bersama tiga temannya yakni Mulyadi (20), Yanto (13), Saliat (23), nampak masih terlihat shock saat berada di kantor Mapolsek Inderalaya, Senin (28/10), kemarin.

Keempat pemuda yang semuanya warga Desa Sukaraja Lama, Kecamatan Inderalaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), ini masih tidak percaya jika kawannya yakni Samsudin (30), warga yang sama tewas di tangan perampok akibat luka tembak di rusuk kiri.

Kejadian tragis itu dialaminya, Senin (28/10), sekitar pukul 02.30 di Dusun Talang Kutih, Desa Sukarjara, Inderalaya usai menyaksikan Orgen Tunggal (OT), di Desa Ulak Segelum, Inderalaya.

Pelaku diperkirakan dua orang dengan menggunakan senjata api dan penutup kepala. Saat ini, petugas Polsek Inderalaya tengah memburu para pelaku.

Informasi yang dihimpun, saat itu kelima pemuda baru saja pulang usai menyaksikan orgen tunggal di Desa Ulak Segelum, Inderalaya dengan menggunakan dua sepeda motor.

Korban tewas yakni Samsudin berboncengan dengan adiknya Naroni dengan sepeda motor Honda Revo BG BG 4077 UB. Sedangkan tiga kawannya yakni Yanto, Saliat dan Mulyadi berboncengan dengan menggunakan motor Yamaha Vixion BG3350 TN.

Saat melintas di Dusun Talang Kutih, kelima pemuda tersebut di hadang dua pelaku dimana masing-masing pelaku menggunakan senjata api (Senpi) dan dua batang kayu gelam.

Korban Samsudin sempat melawan dengan pisau yang dibawanya. Namun salah satu pelaku langsung menembakkan ke korban tepat di bawah ketiak. Kawan-kawan korban yang menyaksikan tersebut sempat kabur lantaran diincar para pelaku.

Usai menembak korban, pelaku mengambil motor korban dan uang korban berisi sebanyak Rp 300 ribu. Usai menjarah harta korban, pelaku langsung kabur dengan barang rampokannya.

Kawan-kawan korban langsung mendatangi korban yang masih tergeletak di tanah. Saat itu, korban masih bernafas dan membawanya ke Puskesmas Inderalaya.

Akibat luka cukup serius, korban di bawa ke RSMH Palembang. Sayangnya, dalam perjalanan, korban menghembuskan nafas terakhirnya.


Kapolres OI, AKBP Asep Jajad Sudrajad melalui Kapolsek Inderalaya AKP Eko Rubianto didampingi Kanitres Ipda Abdul Alex saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Ya, saat ini kita sedang kita mintai keterangan kepada empat kawannya. Kejadian Senin dini hari pukul 02.30 WIB,” ujar kapolsek.

Ia menambahkan, di lokasi kejadian pelaku menemukan obat nyamuk bakar yang diduga kuat milik pelaku yang sengaja di pasang untuk menunggu korban. “Selain itu juga kita temukan minuman kemasan. Semua masih baru dan diperkirakan pelaku kenal dengan para korban,” tuturnya.

Mul, kawan korban saat ditemui di Polsek Inderalaya menuturkan, kejadian tersebut berlansung cepat. Saat itu, dirinya berada di belakang motor korban.

“Gelap pak saat kejadian. Saat terdengar bunyi tembakan kami bertiga sempat lari dan terus di kejar para pelaku. Korban juga sempat melawan, tapi langsung di tembak. Kami datang korban masih bernafas dan meninggal di perjalanan,” ujar Mul diamini tiga rekannya.

Teks/foto : Junaedi Abdillah

Editor : Imron Supriyadi

INDERALAYA|KS-Naroni (23), bersama tiga temannya yakni Mulyadi (20), Yanto (13), Saliat (23), nampak masih terlihat shock saat berada di kantor Mapolsek Inderalaya, Senin (28/10), kemarin.Keempat pemuda yang semuanya warga Desa Sukaraja Lama, Kecamatan Inderalaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), ini masih tidak percaya jika kawannya yakni Samsudin (30), warga yang sama tewas di tangan perampok akibat luka tembak di rusuk kiri.Kejadian tragis itu dialaminya, Senin (28/10), sekitar pukul 02.30 di Dusun Talang Kutih, Desa Sukarjara, Inderalaya usai menyaksikan Orgen Tunggal (OT), di Desa Ulak Segelum, Inderalaya.Pelaku diperkirakan dua orang dengan menggunakan senjata api dan penutup kepala. Saat ini, petugas Polsek Inderalaya tengah memburu para pelaku.Informasi yang dihimpun, saat itu kelima pemuda baru saja pulang usai menyaksikan orgen tunggal di Desa Ulak Segelum, Inderalaya dengan menggunakan dua sepeda motor.Korban tewas yakni Samsudin berboncengan dengan adiknya Naroni dengan sepeda motor Honda Revo BG BG 4077 UB. Sedangkan tiga kawannya yakni Yanto, Saliat dan Mulyadi berboncengan dengan menggunakan motor Yamaha Vixion BG3350 TN.Saat melintas di Dusun Talang Kutih, kelima pemuda tersebut di hadang dua pelaku dimana masing-masing pelaku menggunakan senjata api (Senpi) dan dua batang kayu gelam.Korban Samsudin sempat melawan dengan pisau yang dibawanya. Namun salah satu pelaku langsung menembakkan ke korban tepat di bawah ketiak. Kawan-kawan korban yang menyaksikan tersebut sempat kabur lantaran diincar para pelaku.Usai menembak korban, pelaku mengambil motor korban dan uang korban berisi sebanyak Rp 300 ribu. Usai menjarah harta korban, pelaku langsung kabur dengan barang rampokannya.Kawan-kawan korban langsung mendatangi korban yang masih tergeletak di tanah. Saat itu, korban masih bernafas dan membawanya ke Puskesmas Inderalaya. Akibat luka cukup serius, korban di bawa ke RSMH Palembang. Sayangnya, dalam perjalanan, korban menghembuskan nafas terakhirnya.
Kapolres OI, AKBP Asep Jajad Sudrajad melalui Kapolsek Inderalaya AKP Eko Rubianto didampingi Kanitres Ipda Abdul Alex saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.”Ya, saat ini kita sedang kita mintai keterangan kepada empat kawannya. Kejadian Senin dini hari pukul 02.30 WIB,” ujar kapolsek.Ia menambahkan, di lokasi kejadian pelaku menemukan obat nyamuk bakar yang diduga kuat milik pelaku yang sengaja di pasang untuk menunggu korban. “Selain itu juga kita temukan minuman kemasan. Semua masih baru dan diperkirakan pelaku kenal dengan para korban,” tuturnya.Mul, kawan korban saat ditemui di Polsek Inderalaya menuturkan, kejadian tersebut berlansung cepat. Saat itu, dirinya berada di belakang motor korban.
“Gelap pak saat kejadian. Saat terdengar bunyi tembakan kami bertiga sempat lari dan terus di kejar para pelaku. Korban juga sempat melawan, tapi langsung di tembak. Kami datang korban masih bernafas dan meninggal di perjalanan,” ujar Mul diamini tiga rekannya.

Teks/foto : Junaedi Abdillah

Editor : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *