Pemkot Didesak Tingkatkan Perawatan RTH

taman

PAGARALAM, KS—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pagaralam, mendesak agar Pemerintah Kota Pagaralam dapat meningkatka lagi kegiatan perawatan terhadap ruang terbuka hijau.

“Memang cukup banyak ruang terbuka hijau (RTH) yang diperioritaskan di dalam kota dengan lokasi sekitar sembilan titik yang ditanam pohon. Mulai dari bahu jalan, terutama jalan protokol dan taman kota. Namun, demi menjaga kelangsungan ekosistem yang ada, tentunya wajib pula dilakukan pemeliharaan,” ujar Wakil Ketua I DPRD Rasmizal SH, Senin (28/10).

Menurut dia, kegiatan penanaman pohon ini sebetulnya dalam rangka mewujudkan Kota Pagaralam sebagai kawasan bersih, indah dan berwawasan lingkungan. Namun,  hal itu  tak sebatas penanaman saja melainkan disambut dengan program pemeliharaan pula agar ekosistem yang sudah terbentuk dapat lebih optimal lagi.

“Program pemeliharaan ini dimaksudkan untuk menarik perhatian maupun memberikan semangat kepada seluruh masyarakat di Pagaralam ini agar dapat selalu menjaga lingkungan sekitar tetap bersih,” kata Rasmizal.

Meski demikian, kata dia, bila program yang dijalankan ingin berhasil, tentunya mesti banyak melibatkan seluruh elemen masyarakat termasuk PNS diberbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang ada.

“Timbulnya rasa memiliki akan keindahan dan kebersihan kota harus  ditanamkan kepada seluruh lapisan. Pastinya, kita patut bangga dengan adanya kerja keras semua pihak dalam mewujudkan citra baik di Pagaralam ini. Terutama menjaga dan melindungi kelaestarian  hutan yang paling utama,” sebutnya.

Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Pagaralam Drs Hermawan MM menegaskan, jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam sejauh ini telah menginstruksikan kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di tiap-tiap satuan kerja  agar dapat mengiatkan penanaman pohon pelindung. Terutama di wilayah lahan kritis termasuk lingkungan sekitar tempat tinggal masing-masing.

“Sejauh ini, program  penanaman pohon  terutama kawasan RTH yang ada, bisa dikatakan belum tepat posisinya. Hal itu perlu ditelaah kembali melalui rencana strategis dan tata ruang kota. Sebagai langkah menjadikan RTH yang ada akan lebih dioptimalkan lagi melalui  penanaman pohon dan pembangunan hutan berikut  taman kota. Karena letak geografis Pagaralam tepat berada pada kawasan yang dikelilingi oleh Bukit Barisan.  Sehingga kondisi ini banyak mengakibatkan terjadi alihfungsi kawasan hutan menjadi lahan pertanian,” katanya.

Teks: Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *