BI : Optimis 2014 Pertumbuhan Ekonomi Meningkat

Ilst.

Ilst.

PALEMBANG | KS-Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Dermawan Wintarto Martowardojo mengaku optimis pertumbuhan ekonomi pada 2014 mendatang akan meningkat bahkan dirinya memprediksi pertumbuhan ekonomi akan berada pada angka 5,8 hingga 6,2 persen hal ini dikarenakan tingkat inflasi masih pada level aman. “Saat ini inflasi masih pada level aman, untuk itu kita optimis pertumbuhan ekonomi akan tetap meningkat,”ungkapnya saat acara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VII di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VII, di Palembang ,(28/10).

Agus Martowardojo, mengatakan tekanan inflasi yang dipicu tingginya konsumsi domestik menjelang Pemilu 2014 tidak akan menekan pertumbuhan ekonomi serta tantangan yang terjadi saat ini, yakni kenaikan-kenaikan harga komoditas dalam negeri baik imbas dari kenaikan BBM maupun imbas dari menguatnya dolar Amerika serikat. Pasalnya, inflasi akan terjaga seiring dengan usaha pemerintah mengawal kebutuhan harga-harga bahan pokok.

“Tidak akan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, kami juga optimis terhadap tekanan atas kebutuhan pokok tahun depan tidak akan terjadi lagi,”Ungkapnya.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan, pihaknya meyakini Pemilu tahun depan, tidak akan mempengaruhi permintaan secara berlebihan. Karena, menurut dia, pemerintah telah melakukan sejumlah antisipasi, agar tingkat inflasi bisa terjaga dengan baik.

“Saya nilai, kekuatan konsumsi domestik masih bisa menjadi pijakan untuk tumbuh, namun BI sudah mengerem pertumbuhan kredit perbankan agar senantiasa berada dikisaran yang ideal,” ucap Agus.

Menurut Agus, BI juga siap membantu pemerintah untuk menurunkan defisit transaksi berjalan menjadi dibawah 3%. Dia berharap, penekanan tersebut bisa memberikan keringanan bagi nilai tukar rupiah.

“Kita membantu dari dunia perbankan, pengendalian ini akan dilakukan secara rasional dan ketahanan tertentu dan kinerja oleh perbankan, ini juga diharapkan mampu memberi dukungan bagi perekonomian,” ujarnya

Agus juga mengatakan, ekspor riil diperkirakan membaik di tengah masih melemahnya harga-harga komoditas ekspor Indonesia saat ini.

Namun, ke depan, sejalan dengan prospek ekonomi global yang tidak sekuat perkiraan semula, Bank Indonesia juga merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi 2014 menjadi 5,8-6,2 persen dari semula 6,0-6,4 persen.

Sementara itu, inflasi diperkirakan masih di kisaran 9-9,8 persen. Pada September 2013, inflasi akan sangat rendah dan cendurung menurun.

 TEKS : JADID ULUL ALBAB

EDITOR : ROMI MARADONA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *