“Tenaga Pendidik Harus Utamakan Pembelajaran Akhlak”

Ilst. Siswa

Ilst. Siswa

PALEMBANG | KS-Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang, Ahmad Zulinto, menghimbau kepada tenaga pendidik di Kota Palembang untuk mengutamakan pembelajaran tentang akhlak kepada anak didiknya, mengingat banyaknya perilaku yang menyimpang dari siswa seperti seperti tawuran dan sebagainya.

“Guru harus memberikan pemahaman mengenai apa yang wajib dilakukan peserta didik di sekolah. Seorang tenaga pendidik seharusnya bisa mengenali peserta didiknya terkait ranah kognitif, afektif dan psikomotorik,” kata Zulinto, Minggu (27/10).

Apabila tenaga pendidik dan peserta didik bisa bekerjasama dengan baik, maka cita-cita Pemerintah Kota Palembang dalam menuju Palembang Emas 2018 akan dengan mudah terwujud. Sebab, pembinaan akhlak sangat dibutuhkan untuk mewujudkan hal tersebut.

“Apalagi Walikota Palembang Romi Herton, meminta Palembang ini sebagai Serambi Madinah, artinya sekolah harus banyak menanamkan pembelajaran akhlak serta agama di sekolah,” lanjut Zulinto.

Selain itu program yang tengah dicanangkan Disdikpora Kota Palembang untuk meningkatkan akhlak pelajar yakni melaunching “Jam ke Nol” pada akhir Oktober mendatang. Program ini mewajibkan sekolah untuk melaksanakan kegiatan keagamaan sebelum memulai aktivitas belajar. Untuk umat muslim diwajibkan melaksanakan pengajian, khusus sekolah misi juga diminta untuk melaksanakan doa bersama.

“Jam Ke Nol yang dimaksud yakni kalau biasanya sekolah masuk kelas pukul 07.00 WIB nanti kita minta pukul 06.40 WIB. Selama 20 menit pelajar SD hingga SMA di Kota Palembang serempak mengaji, khusus non muslim juga bisa melakukan dengan cara mereka sendiri. Mungkin mereka mempunyai doa-doa tersendiri untuk menyejukkan rohani,” terangnya.

Menurut dia, kegiatan keagamaan merupakan sarana yang paling baik untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan pelajar. Tak hanya itu, dia juga menyarankan setiap Jumat sekolah memanfaatkan musallah yang ada untuk melaksanakan Salat Jumat berjamaah bagi pelajar laki-laki.

“Tidak salahnya guru agama membaca khutbah, siraman rohani ataupun ada kegiatan Rohis untuk ditingkatkan. Disdikpora juga harus mengawali hal seperti itu,” pungkasnya.

Kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Palembang Feri Agus Wijaya Sag mengatakan, pihaknya sangat mendukung dengan diadakan Jam Ke Nol karena dengan begitu siswa lebih banyak lagi menambah wawasannya dalam menghafal alquran.

“Kami sangat mendukung dengan program tersebut, apalagi dengan program ini siswa akan lebih dekat lagi dengan alquran,” katanya.

TEKS : AMINUDDIN

EDITOR : ROMI MARADONA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *